Banyak yang tak menyangka kalau salah satu game buatan Indonesia justru muncul di panggung utama Summer Game Fest 2025 (SGF 2025). Game berjudul Acts of Blood ini merupakan project dari Eksil Team, yang digarap oleh developer solo asal Bandung bersama sembilan rekan. Game bergenre beat ’em up ini menampilkan pertarungan brutal dengan latar khas Indonesia.

Plot Balas Dendam di Kota Bandung

Acts of Blood mengikuti kisah Hendra, seorang mahasiswa hukum yang hidupnya berubah drastis setelah keluarganya dibunuh oleh rival bisnis ayahnya. Dalam sistem hukum yang tidak memihak dan penuh korupsi, Hendra memutuskan untuk mengambil tindakan sendiri. Ia menemukan bahwa pembunuhan tersebut terkait dengan kelompok berpengaruh yang jauh lebih besar.

Dalam game ini, pemain akan mengikuti perjalanan Hendra membalas dendam, memburu satu per satu orang yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut.

Cerita dalam game ini berlangsung di kota Bandung, terinspirasi dari kampung halaman sang pengembang. Meskipun bukan representasi satu banding satu, nuansa, arsitektur, hingga detail jalanan dibuat menyerupai atmosfer kota tersebut. Elemen-elemen ini turut memperkuat suasana permainan yang gelap dan intens.

Sistem Pertarungan Brutal dan Dinamis

Acts of Blood menawarkan pengalaman pertarungan tangan kosong yang intens dan cepat. Pemain akan menghadapi gelombang musuh di setiap level, dilengkapi dengan mekanisme serangan, blok, counter, hingga finisher.

Fitur-fitur utama:

  • Dynamic Brutal Combat: Sistem serangan, blok, dan counter dengan animasi finisher eksplisit.
  • Senjata Melee dan Api: Tersedia pisau, tongkat, pistol, dan senapan. Senjata api hanya muncul di area tertentu dan juga bisa digunakan sebagai senjata jarak dekat, termasuk mengayunkan rifle ke arah musuh.
  • Lingkungan Interaktif: Objek di sekitar seperti furnitur bisa dihancurkan atau dimanfaatkan dalam pertempuran.
  • Parkour Tradisional: Pemain dapat berlari, melompat, dan memanjat untuk mengatur posisi strategis.
  • Kustomisasi Outfit: Pemain dapat mengganti kostum Hendra melalui wardrobe yang tersedia di apartemen.

Sistem pertarungan ini dirancang agar mudah diakses oleh pemain kasual, namun tetap memberikan kedalaman bagi pemain yang ingin mengeksplorasi kombinasi serangan lebih kompleks.

Terinspirasi dari Film Aksi Indonesia

Pengembang menyebut bahwa Acts of Blood merupakan bentuk penghargaan terhadap film-film aksi Indonesia seperti The Raid dan The Night Comes for Us. Gaya pertarungan dalam game ini banyak dipengaruhi oleh adegan laga dari karya-karya Gareth Evans dan Timo Tjahjanto. Untuk menciptakan koreografi yang akurat, animator bernama David bahkan mengikuti pelatihan silat di Bali bersama Yayan Ruhian, salah satu aktor dan koreografer laga dari The Raid.

Selain itu, sistem pertarungan juga terinspirasi dari game seperti Sleeping Dogs dan Sifu, menggabungkan elemen strike, counter, dan finisher yang khas, namun dengan variasi kombinasi yang lebih dalam.

Demo Acts of Blood di Steam

Pada video Acts of Blood – Steam Demo Trailer yang dirilis bersamaan dengan perilisan demo di Steam, pemain bisa melihat cuplikan aksi dengan dubbing Bahasa Indonesia, memperkenalkan suasana cerita, gaya bertarung, serta atmosfer lokal khas game ini.

Demo Acts of Blood kini sudah tersedia melalui Steam dan bisa langsung dimainkan. Dalam demo ini, kamu berperan sebagai Hendra dalam misi khusus untuk menyusup ke pabrik ilegal dan menghadapi Jagal.

Selain misi cerita eksklusif, demo juga menyediakan:

  • Mode arena dengan gelombang musuh
  • Outfit customization terbatas
  • 10 pencapaian demo terkait misi, skor arena, dan tantangan bertarung

Demo ini bisa menjadi gambaran awal yang menarik sebelum game versi penuh dirilis.

Tanggal Rilis dan Platform

Acts of Blood dijadwalkan untuk rilis penuh pada summer 2026. Game ini akan tersedia untuk platform PC melalui Steam dan juga akan diluncurkan secara resmi di Xbox pada hari yang sama.

Cerita di Balik Pengembangan Game

Farjul, pengembang utama dari Eksil Team, menyebut bahwa project ini berawal dari keinginannya untuk kembali menikmati kebebasan kreatif yang sempat hilang saat bekerja di studio game. Setelah memulai project pada Januari 2024, ia mengembangkan Acts of Blood bersama sembilan temannya.

Dalam prosesnya, publisher dan partner yang terlibat juga mendukung penuh keputusan kreatif, termasuk pendekatan kekerasan eksplisit yang diusung game ini.

Farjul menekankan pentingnya representasi lokal. Ia ingin menunjukkan suasana kota lain di Indonesia yang jarang terlihat dalam game, sekaligus memperkenalkan Bandung melalui pendekatan visual, lingkungan, dan gaya arsitektur khas.

Bandung dipilih karena kondisi geografis dan cuacanya yang mendukung latar permainan, mulai dari suasana kota yang sejuk hingga transisi antara area urban dan pegunungan. Kombinasi ini juga membantu tim desain untuk menciptakan lingkungan level yang lebih bervariasi agar tidak terasa repetitif secara visual.

Untuk project pertamanya, Eksil Team sengaja menjaga skala game agar tetap terjangkau. Ceritanya akan difokuskan pada narasi balas dendam yang intens dan ringkas. Namun, game ini juga menyediakan mode tambahan seperti arena, collectible, dan achievement untuk memperpanjang replayability. Jika respon pemain positif, mereka membuka peluang untuk membuat sekuel dengan pendekatan open world skala kecil seperti seri Yakuza.

Acts of Blood menjadi satu-satunya game Indonesia yang hadir di panggung utama Summer Game Fest 2025. Dengan latar khas Indonesia, sistem pertarungan brutal, serta pendekatan sinematik yang kuat, game ini menghadirkan warna berbeda dalam genre beat ’em up.

Source: Steam, Dexerto

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini