Saber dan Archer bakal bertarung di Penacony! Kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail resmi dimulai pada 11 Juli 2025 lewat event spesial bertajuk Sweet Dreams and the Holy Grail.

Tentu saja di sini bakal banyak karakter ikonik yang tampil, tapi bukan cuma itu saja. Yang lebih menarik dari acara kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail ini adalah dialog eksklusif antara dua penulis legendaris, Nasu Kinoko dari TYPE-MOON dan Shaoji dari HoYoverse.

Keduanya melakukan percakapan menarik di Shanghai dan langsung menjadi titik temu lintas generasi yang memperlihatkan bagaimana dua kreator dari dua semesta berbeda membangun koneksi melalui narasi, visi, dan rasa hormat terhadap “Ode to Humanity.”

Wawancara ini awalnya difasilitasi oleh media Jepang Denfaminicogamer, dengan versi Jepang diterbitkan pada 8 Juli 2025 pukul 11.00 UTC+8. Artikel asli bisa dibaca di: https://news.denfaminicogamer.jp/interview/250708s.

Kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail — Berawal Dari Mimpi

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 2

Banyak otaku yang tumbuh bersama lewat anime Fate dan mungkin mereka juga sekarang aktif main Honkai: Star Rail, sehingga adanya kolaborasi ini mungkin terasa seperti mimpi. Tapi menurut Shaoji, sang lead writer, semua berawal dari sebuah pertanyaan yang sederhana tapi sangat berkesan: “Apa yang paling dicintai pemain, tim, dan dirimu sendiri?”

Jawabannya? Fate/stay night.
Bukan hanya karena gaya visualnya cocok dengan Star Rail, tapi karena banyak staf HoYoverse adalah fans berat TYPE-MOON. Bahkan Shaoji sendiri mengaku sudah menjadi fans sejak masa sekolah.

Saber, Archer, dan Lancer Hadir di Penacony

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 3

Dalam event crossover ini, Saber dan Archer akan tampil sebagai playable character bintang lima. Sementara Lancer hadir sebagai NPC dalam cerita utama. Pemilihan karakter ini bukan asal comot. Shaoji menjelaskan bahwa untuk mewakili konsep Three Knight Classes dari Fate/stay night, Lancer harus tetap masuk dalam cerita meski tak bisa dimainkan secara langsung.

Yang menarik, kisah kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail ini bukan sekadar event singkat atau simulasi saja.

Alih-alih memakai Simulated Universe, cerita Holy Grail War justru dimasukkan langsung ke Penacony, area dalam Star Rail yang dikenal sebagai dunia yang penuh dengan mimpi dan ambisi. Menurut Shaoji, ini jadi tempat yang sempurna untuk mengekspresikan konflik dan harapan yang jadi ciri khas Fate.

Kekaguman Nasu Kinoko pada Kualitas Star Rail

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 4

Nasu Kinoko, kreator Fate/stay night dan Fate/Grand Order, mengungkapkan kekagumannya pada Star Rail. Saat pertama kali mencoba game-nya, ia mengaku terkejut dengan kualitas animasi dan skenarionya, “HoYoverse terlalu cepat berkembang. Saya bahkan takut mereka akan mendominasi genre turn-based RPG,” ungkapnya sambil tertawa.

Meski begitu, ia menyambut kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail ini dengan antusias. Bagi Nasu, kolaborasi ini bukan soal dua IP besar bersatu dalam event, tapi tentang semangat otaku yang saling mengenal dan menghormati satu sama lain.

Filosofi Menulis: Dari Blueprint hingga Emosi Manusia

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 5

Lewat dialog ini juga membahas bagaimana mereka cara menulis cerita, dari perspektif dua generasi kreator.

Nasu menjelaskan bahwa setiap dekade, ia menetapkan tema besar untuk karyanya—mulai dari “konsumerisme” di Witch on the Holy Night, hingga perasaan tanggung jawab atas dampak yang dirasakan oleh penonton FGO. Sementara itu, Shaoji menjelaskan bagaimana timnya bekerja dalam pola produksi super cepat: 42 hari sekali harus merilis konten baru.

Meski proses kerja mereka berbeda, keduanya sepakat bahwa cerita terbaik adalah yang menjadi ode to humanity. Baik melalui penderitaan maupun harapan, kisah dalam game harus menyampaikan semacam “energi hidup” yang bisa membekas di hati pemain.

Dari Inspirasi Menjadi Warisan

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 6

Shaoji secara terbuka menyatakan bahwa karya-karya Nasu membentuk dirinya menjadi seorang penulis seperti sekarang. Dari rasa perasaan yang hampa namun tetap sangat berkesan setelah tamat menonton Fate, hingga semangat untuk terus menulis cerita yang membuat pemain tersentuh.

Sebaliknya, Nasu merasa terharu melihat karya dan semangatnya diteruskan oleh generasi baru. “Kalau karya saya bisa menginspirasi orang lain, maka semua perjuangan itu terbayar,” katanya.

Menjawab Tantangan Industri Mobile Game Modern

Kolaborasi Fate stay night dan Honkai Star Rail 7

Topik lain yang dibahas dalam kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail adalah transformasi industri game mobile. Menurut Nasu, sejak kemunculan Genshin Impact, batas antara mobile game dan konsol mulai kabur. Kini, live-service RPG seperti Honkai: Star Rail mampu menyuguhkan narasi dan animasi setara AAA title.

Tapi ada harga yang harus dibayar. Shaoji menyebut proses ini sebagai proyek yang sangat menantang, karena setiap skrip membutuhkan dukungan tim animasi, desain, hingga audio yang jauh lebih kompleks dibanding era FGO awal.

Namun di balik semua tantangan itu, mereka sepakat bahwa misi utamanya adalah menyampaikan cerita yang bermakna bagi manusia. Tema seperti cinta, kehilangan, harapan, dan kebaikan tetap menjadi fondasi utama dalam semua karya mereka.

Di akhir sesi, Shaoji menanyakan satu hal personal: “Jika dunia berakhir dan seorang anak menonton Fate/stay night, lalu seseorang di sampingnya berkata ‘Aku pernah bertemu Nasu Kinoko’, bagaimana rasanya?”

Nasu tertawa, tapi menjawab serius: “Itu adalah warisan. Tongkat itu telah diteruskan ke tangan generasi berikutnya.”

Lewat dialog ini, kita akhirnya memahami bahwa kolaborasi Fate/stay night dan Honkai: Star Rail bukan sekadar crossover dua franchise besar. Ini adalah momen penting ketika dua semesta saling bersatu di cerita yang sama, bahkan mempertemukan dua generasi kreator.

Kedua kreator tersebut juga punya misi yang serupa, yaitu cerita yang ditulis dengan hati akan selalu menemukan jalannya untuk terus hidup—melewati waktu, lintas media, dan generasi.

Event kolaborasi ini bertajuk Sweet Dreams and the Holy Grail dan kini telah resmi dimulai di dalam game.
📅 Jadwal: 11 Juli 2025
🧭 Lokasi cerita: Penacony
🎮 Karakter crossover: Saber & Archer (playable), Lancer (NPC)
🔗 Mainkan sekarang di Honkai: Star Rail
🔗 Baca wawancara asli di Denfaminicogamer

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini