Highguard, game free-to-play dari developer Wildlight, memulai debutnya dengan angka pemain yang cukup tinggi di Steam, lalu mengalami penurunan tajam hanya dalam satu hari. Fenomena ini ramai dibahas karena memperlihatkan jurang antara hype peluncuran dan retensi pemain di hari berikutnya. Data awal tersebut juga dibarengi respons ulasan yang kurang baik, sehingga memunculkan pertanyaan soal kualitas rilis dan kesiapan teknis game di PC.
Sempat ramai di awal
Artikel Forbes yang ditulis Paul Tassi menyebut Highguard terbantu sorotan besar setelah tampil sebagai segmen penutup di The Game Awards. Eksposur ini mendorong banyak orang untuk mencoba game, apalagi karena modelnya free-to-play dan didorong juga oleh streaming di Twitch.
Pada hari pertama, Highguard tercatat mencapai sekitar 97.000 peak concurrent players di Steam. Namun pada hari kedua, peak itu turun hingga sekitar 19.000 dan tidak menembus 20.000. Perbandingan tersebut setara dengan penurunan sekitar 80% dalam 24 jam. Angka ini merujuk pada Steam saja dan belum mencakup pemain konsol.

Faktor teknis dan masalah rasa bermain Highguard
Penurunan cepat seperti ini biasanya berkaitan dengan dua hal: masalah teknis dan ketidakcocokan pemain dengan gameplay. Dalam artikel yang sama, disebutkan Highguard dinilai tidak berjalan mulus di PC dan developer sedang mengupayakan perbaikan. Masalah performa, koneksi, dan stabilitas pada masa rilis sering membuat pemain cepat berhenti, terutama di game kompetitif yang menuntut respons cepat.
Selain urusan teknis, ada juga faktor “cukup sekali coba”. Sebagian pemain menilai game terasa “oke saja”, tapi tidak cukup menarik untuk dimainkan lagi keesokan harinya. Kondisi ini penting karena game free-to-play sangat bergantung pada retensi, bukan sekadar ramai saat rilis.

Ulasan Steam dan debat soal “review bombing”
Highguard juga menghadapi catatan reputasi awal yang berat. Artikel tersebut menyebut skor ulasan Steam berada di kisaran 37% positif dan masuk kategori “Mostly Negative”. Penilaian ini menunjukkan masalah yang dirasakan pemain tidak kecil, walau tetap ada kemungkinan sebagian ulasan muncul dari sesi bermain singkat atau gangguan server.
Ada debat soal apakah game ini mendapat respons “hostile” dari sebagian komunitas yang ingin melihatnya gagal. Namun penulis artikel menilai narasi itu kurang kuat, dan tidak melihat indikasi besar bahwa ini kasus review bomb karena isu budaya.
Highguard dead on arrival?
Kesimpulan utamanya sederhana: terlalu cepat menyebut Highguard “gagal” hanya dalam 48 jam, tetapi angka Steam hari kedua dan label “Mostly Negative” merupakan sinyal awal yang kurang sehat. Langkah perbaikan teknis di PC, penyempurnaan gameplay loop, dan peningkatan kualitas update ke depan akan menentukan apakah game ini bisa menemukan core audience yang bertahan dalam beberapa minggu hingga bulan berikutnya.






























