Tim PlayEatSleep kali ini berkesempatan untuk mengikuti salah satu ajang pameran game terbesar di dunia yaitu Tokyo Game Show 2024 (TGS 2024). Dalam pagelaran yang dilangsungkan di Makuhari Messe, Chiba, Jepang tersebut, tim PlayEatSleep sempata mengunjungi berbagai booth publisher game ternama, booth developer indie, serta booth inovasi perangkat gaming.
Berikut adalah pengalaman kami selama dua hari di TGS 2024.

Menjajal Game yang Belum Dirilis
TGS 2024 merupakan ajang para developer dan publisher game untuk memamerkan game terbaru mereka, bahkan yang belum dirilis. Ada beberapa game baru yang telah kami coba di TGS 2024, salah satunya adalah Phantom Blade Zero.
Selama 20 menit kami diberi kesempatan untuk menjajal game souls-like dengan setting legenda China yang gelap. Mirip sekali dengan Black Myth Wukong. Bedanya, game ini menawarkan action yang menurut kami lebih seru. Hal tersebut dikarenakan Phantom Blade Zero memiliki mekanis berbeda dimana ada banyak jenis senjata yang digunakan.

Berbagai senjata di Phantom Blade Zero tersebut membuat pergerakan dan action di dalam game ini terlihat lebih fluid dan gesit. Tentunya sebagai game souls-like, game ini pun cukup menantang dengan jenis boss yang beragam dan patut dipelajari pergerakannya.
Game kedua yang kami coba di TGS 2024 adalah Like A Dragon: Pirate Yakuza. Seperti seri game sebelumnya, Pirate Yakuza kembali tampil dengan temanya yang absurd. Selama kurang lebih 20 menit kami mencoba game ini, setidaknya ada dua hal yang paling kami suka dari Pirate Yakuza.
Pertama adalah sistem combat-nya yang meski cukup absurd namun dapat dieksekusi dengan sangat baik. Absurd sudah merupakan bagian dari seri game ini jadi ini adalah nilai plus.
Sedangkan yang kedua adalah game ini tampaknya akan kembali hadir dengan banyak sekali aktivitas di dalam game-nya. Hal tersebut terlihat dari desain open-world yang cukup kompleks dengan banyak tempat yang bisa dikunjungi meski yang kami coba adalah masih versi demo.

Game selanjutnya yang kami coba adalah Fantasian Neo Dimension, sebuah RPG dengan sistem turn-based combat dari Square Enix. Meski kami hanya mencoba game ini sekitar 15 menit, namun kami sangat kagum dengan sistem combat-nya yang fresh.
Sistem combat turn-based di Fantasian Neo Dimension sedikit berbeda. Alih-laih hanya bergiliran menyerang satu-persatu, di dalam game ini kamu bisa menyerang secara kreatif dengan memanfaatkan arah serangan untuk menyerang banyak musuh secara bersamaan.
Misal, kamu berhadapan dengan musuh yang formasinya adalah 3-3-3. Kamu bisa menggunakan skill khusus dengan menargetkan musuh yang ada di baris pertama secara sekaligus. Karakter-karakter di Fantasian Neo Dimension hadir dengan banyak sekali skill AoE seperti yang dijelaskan sebelumnya, membuat game ini menuntut kamu untuk meramu strategi secara lebih mendalam.
Festival Developer Game Kecil dan Indie
TGS 2024 tidak hanya tampil sebagai ajang pameran untuk developer dan publisher game ternama, tetapi juga developer kecil dan indie. Ada banyak sekali developer game kecil seperti Amuzio yang mengembangkan game Knight vs Giant: The Broken Excalibur, sebuah game roguelike dengan mekanisme unik dan dukungan Bahasa Indonesia. Ya, game dari developer kecil ini sudah berani menghadirkan game yang mendukung antarmuka berbahasa Indonesia.
Selain itu, kami juga bertemu dengan berbagai developer game indie dari berbagai negara seperti Skoota Games dari Jepang yang mengembangkan game Thighs Crash, yaitu game rythm dengan gameplay sedikit “nyeleneh” namun unik.
Selain itu ada juga Sellagate, game puzzle action dengan mekanis unik yang melibatkan teleportasi. Game yang dikembangkan oleh developer indie traP dari Jepang ini memikat cukup banyak pengunjung TGS 2024.
Ada juga Pricolage -IDOLIZED-, game puzzle adventure dengan grafis pixel art yang unik. Game ini mengisahkan hilangnya seorang idol yang diduga diakibatkan oleh seorang stalker sekaligus penggemar beratnya. Sebagai salah satu penggemarnya, kamu ditugaskan untuk membongkar identitas pelaku dengan melakukan investigasi yang mendalam. Game ini juga sudah dirilis di Steam dengan harga yang sangat terjangkau.

Tim PlayEatSleep juga sempat bertemu tim dari Toge Productions, developer asal Indonesia yang juga ikut berpartisipasi di TGS 2024. Mereka memperkenalkan game terbarunya yaitu Kriegsfront Tactics yang akan segera rilis di Steam. Game ini bisa jadi merupakan game turn-based bertemakan militer dan mecha pertama dari Indonesia sehingga sangat patut untuk ditunggu.
Terakhir kami bertemu dengan tim developer Drecom yang mengembangkan Tokyo Stories, game adventure dengan grafis paling unik yang menggabungkan pixel art dengan 3D. Saat mencoba game ini selama kurang lebih 10 menit, kami bisa simpulkan bahwa Tokyo Stories akan menjadi salah satu game indie paling menjanjikan yang akan datang karena memiliki premis cerita serta gameplay yang sangat inovatif. Sayangnya game ini masih belum memiliki tanggal rilis.
Berburu Merchhandise
TGS 2024 adalah ajang untuk berburu merchandise official yang jarang ditemukan di tempat lain. Pihak TGS bahkan menyediakan satu hall khusus untuk penjualan merchandise dan berbagai studio dan publisher game pun berpartisipasi di hall tersebut, mulai dari Capcom, Square Enix, PlayStation, hingga Kojima Production. Ya, Kojima Production membuka booth khusus untuk menjual merchandise eksklusifnya di TGS 2024!
Merchandise paling mahal yang kami temukan di TGS 2024 sejauh ini ada di booth Kojima Productions, yaitu sebuah jam tangan seharga kurang lebih Rp32 juta! Tentunya jam tangan tersebut merupakan merchandise limited edition yang khusus ditujukan untuk para sultan penyembah Hideo Kojima.

Yang menjadi pelajaran penting bagi kami adalah mengunjungi bagian penjualan merchandise seharusnya dilakukan di awal, bukan di akhir. Hal tersebut dikarenakan hall tempat penjualan merchandise menjadi sangat penuh selepas tengah hari.
Tidak hanya itu, membludaknya pengujung TGS 2024 membuat staff penjualan merchandise menjadi kewalahan, termasuk staff di booth Konjima Production yang harus melanjutkan penjualan hingga pukul 18.30 sementara TGS 2024 ditutup pukul 17.00 waktu setempat.
Sampai Jumpa di TGS 2025?
Banyak hal yang sangat menarik di TGS 2024 dan tentunya kami pun berencana kembali di TGS 2025. Tokyo Game Show telah membuka mata kami bahwa industri game dunia memiliki potensi yang sangat besar, bahkan lebih besar dari industri kreatif lainnya. Tidak heran jika banyak sekali negara yang membuka booth khusus untuk mendukung developer game lokalnya di TGS 2024, seperti Jerman, Singapura, Korea Selatan, dan Malaysia.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Jangan khawatir, Indonesia juga membuka booth di TGS 2024 … Walaupun memang lokasinya berada di pojokan hall 8 yang jarang dikunjungi orang. Berbeda dengan Jerman, Korea Selatan dan Malaysia, booth mereka berada di prime location di tenga-tengah hall dekat dengan publisher besar. Semoga Indonesia bisa membuka booth yang lebih besar di TGS 2025 nantinya.































