Black Myth: Wukong adalah salah satu game paling populer di Steam pada tahun 2024. Dengan elemen Soulslike-nya yang menarik dan penuh tantangan, game ini telah meraih ulasan yang sangat positif dari komunitas gamer. Namun, meskipun keberhasilannya yang luar biasa, Black Myth: Wukong gagal masuk nominasi dalam kategori Game of The Year (GOTY) di Golden Joystick Awards 2024. Hal ini memicu kekecewaan besar di kalangan penggemar, yang menganggap game ini layak untuk diakui secara lebih luas.
Popularitas Black Myth: Wukong
Sejak diluncurkan, Black Myth: Wukong mencatatkan pencapaian luar biasa. Sebagai peluncuran single-player terbesar di Steam tahun ini, game ini berhasil mengumpulkan lebih dari 300 ribu pemain aktif dalam dua bulan pertama. Ulasan di Steam pun menunjukkan angka yang sangat positif, dengan mayoritas pemain memberikan rating “overwhelmingly positive” karena kualitas grafis, mekanisme permainan yang menantang, dan cerita yang mendalam. Popularitas game ini tumbuh pesat, menarik perhatian komunitas gamer di seluruh dunia, terutama mereka yang mencari pengalaman bermain yang sulit dan imersif seperti Soulslike.
Game ini juga mendapatkan perhatian khusus karena merupakan salah satu game besar pertama dari China yang berhasil menembus pasar global dengan begitu sukses. Bukan hanya sekedar hype, Black Myth: Wukong memadukan gameplay yang solid dengan kisah yang diambil dari legenda klasik Tiongkok, yang menjadikannya unik di antara deretan game aksi lainnya.
Kontroversi Nominasi GOTY Golden Joystick Awards
Meskipun memiliki popularitas yang tinggi dan dipuji secara kritis, Black Myth: Wukong tidak berhasil masuk dalam nominasi Game of The Year di Golden Joystick Awards 2024. Game-game lain seperti Astro Bot, Prince of Persia: The Lost Crown, Dragon’s Dogma 2, The Legend of Zelda: Echoes of Kingdom, Helldivers 2, dan Final Fantasy 7: Rebirth berhasil mendapatkan tempat dalam nominasi tersebut, sementara Black Myth: Wukong tidak.
Absennya Black Myth: Wukong dari daftar nominasi GOTY memicu kekecewaan besar di kalangan penggemar. Mereka merasa game ini layak mendapatkan penghargaan atas pencapaiannya yang mengesankan. Beberapa penggemar menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial, bahkan ada yang menuding bahwa ada bias dalam penentuan nominasi ini, terutama terhadap game yang berasal dari China. Tuduhan bias dan politisasi dalam ajang penghargaan ini menyebar, meskipun masih bersifat spekulatif tanpa bukti konkret yang jelas.
Penggemar juga menyebutkan bahwa Black Myth: Wukong sempat menerima kritik yang tidak perlu terkait kurangnya “diversitas dan inklusivitas,” yang bagi sebagian pihak dianggap berpengaruh dalam pengambilan keputusan nominasi penghargaan. Tuduhan semacam ini tentu memperparah kekecewaan penggemar yang telah mengharapkan game ini bisa mendapatkan pengakuan di panggung internasional.
Harapan di Ajang Penghargaan Lainnya
Meskipun Black Myth: Wukong tidak masuk nominasi GOTY di Golden Joystick Awards 2024, popularitas game ini tetap bertahan di kalangan gamer. Dengan gameplay yang solid, visual yang memukau, dan dukungan penggemar yang kuat, banyak yang berharap game ini akan mendapatkan pengakuan di ajang penghargaan lainnya seperti The Game Awards.
Bagi penggemar, kegagalan Black Myth: Wukong untuk masuk nominasi di Golden Joystick Awards mungkin merupakan kekecewaan besar, tetapi ini bukanlah akhir dari perjalanan game ini. Ada kemungkinan besar bahwa Black Myth: Wukong akan terus mendominasi perbincangan di dunia gaming dan mungkin mendapatkan lebih banyak penghargaan di masa mendatang.





























