Playeatsleep.fun – Assassin’s Creed Hexe digadang-gadang menjadi salah satu game terbaru Ubisoft yang dinantikan. Dan, dalam gamenya sepertinya akan mengajak kamu menyelami era kegelapan sejarah Eropa, khususnya di Jerman selama masa pemerintahan Kekaisaran Romawi Suci.
Dengan rilis teaser pada tahun 2022, game ini sebenarnya masih menyimpan belum banyak memiliki informasi. Namun, melihat dari suasana gelap yang disuguhkan dalam trailer, banyak penggemar yang menduga-duga bahwa Hexe akan mengisahkan tentang kelompok penyihir Eropa. Bagiamana prediksi dan tanggapannya?
Baca Juga: BLAST dan Ubisoft Umumkan Lokasi Event Rainbow Six Tahun 2024 dan 2025
Cerita Assassin’s Creed Hexe Tentang Perburuan Witch di Jerman
Baca Juga: Ubisoft Resmi Membuka Open Beta Game Skull and Bones pada Februari 2024
Teaser dari Assassin’s Creed Hexe menampilkan sebuah hutan yang suram dengan api yang berkobar dan simbol Brotherhood yang terbuat dari ranting. Dari sini, banyak yang mengira bahwa Assasin’s Creed kali ini akan berfokus pada kisah para penyihir.
Kata “Hexe” sendiri dalam bahasa Jerman berarti “penyihir” sehingga hal tersebut memberikan petunjuk kuat bahwa setting dari game ini adalah di Jerman, tempat berlangsungnya perburuan penyihir yang cukup brutal.
Di Jerman, seperti di banyak bagian Eropa, perburuan penyihir marak terjadi terutama antara abad ke-16 dan ke-17. Pada puncaknya, ribuan orang dieksekusi, dengan mayoritas korban dibakar hidup-hidup.
Peristiwa ini sangat sesuai dengan tema-tema yang sering diangkat dalam seri Assassin’s Creed yang melibatkan intrik, politik, agama, dan perebutan kekuasaan.
Membawa Kisah Peliknya Politik dan Keagamaan

Baca Juga: Ubisoft Umumkan Demo Gratis Game Prince of Persia™
Dominasi politik dan keagamaan sangat mempengaruhi perburuan penyihir pada era tersebut. Kekaisaran Romawi Suci, yang terdiri dari banyak kerajaan kecil, sangat didominasi oleh keyakinan agama seperti Katolik Roma, Lutheranisme, dan Calvinisme.
Kehadiran agama-agama ini menjadi sangat penting, dengan banyak praktik keagamaan historis seperti Paganisme dilabeli sebagai kepercayaan yang sesat dan korup secara moral.
Dalam hal ini artinya pemburuan penyihir sering dijadikan alat untuk mengukuhkan keyakinan agama yang dominan saat itu, terutama di wilayah Jerman modern.
Oleh karena itu, kemungkinan besar Assassin’s Creed Hexe akan mengangkat kisah nyata dari perburuan penyihir ini, dengan potensi memiliki protagonis wanita pertama yang berdiri sendiri dalam franchise AC.
Jika memang benar tokoh protagonis utamanya adalah seorang perempuan maka bisa kita anggap bahwa game kali ini bakal menyoroti kisah perempuan-perempuan yang paling banyak dijadikan korban selama era perburuan penyihir saat itu.
Kisah yang gelap dan kompleks dari perburuan penyihir di Jerman ini tentunya akan menarik, khususnya yang menyukai sejarah atau misteri dalam gameplay. Ubisoft tampaknya akan menggali lebih tentang sejarah dunia sesuai dengan cerita nyata untuk menghadirkan narasi yang autentik dan mendalam.
Namun tentu saja semua hal di atas yang kami sebutkan hanya baru prediksi, alias hanya asumsi. Belum ada informasi atau konfirmasi resmi dari Ubisoft mengenai hal ini. Jadi, mari kita tunggu kelanjutannya.































