Final Fantasy VII Rebirth baru saja memulai debutnya di Steam dan langsung mencuri perhatian berkat data statistik yang mengagumkan. Judul kedua dalam proyek remake Final Fantasy VII ini sukses meraih pencapaian yang belum pernah disamai oleh game Final Fantasy non-MMO lain di platform tersebut.
Jika sebelumnya Final Fantasy XV memegang rekor sebagai game Final Fantasy (single-player) dengan pemain bersamaan terbanyak di Steam, kini gelar itu sudah berpindah tangan. Angka pemain puncak (peak concurrent users) yang dicapai Rebirth bahkan hanya kalah dari Final Fantasy XIV, sang MMO populer yang secara rutin meraih puluhan ribu pemain aktif setiap harinya.
Final Fantasy VII Rebirth Berhasil Pecahkan Rekor
Data statistik dari laporan yang dibeberkan oleh PC Gamer menempatkan Final Fantasy VII Rebirth sebagai pemegang rekor terbaru di antara judul-judul Final Fantasy non-MMO di Steam. Dalam periode peluncuran awal, game ini berhasil menyentuh kisaran 43.000 pemain bersamaan (peak concurrent) menurut pantauan di Steam.
Capaian tersebut menyalip torehan Final Fantasy XV yang pernah menyentuh angka sekitar 29.000 pemain ketika dirilis di platform yang sama. Bahkan, Rebirth juga melampaui Final Fantasy VII Remake Intergrade yang sebelumnya sempat menyita perhatian dengan jumlah pemain puncak di kisaran 12.000. Dengan demikian, Rebirth resmi menjadi seri Final Fantasy single-player tersukses di Steam dari segi jumlah pemain yang aktif pada satu waktu.
Angka 43.000 pemain bersamaan ini tergolong tinggi untuk game RPG berbasis single-player, terlebih jika dibandingkan dengan standar JRPG di platform PC. Biasanya, JRPG klasik ataupun port dari konsol tidak selalu mencatatkan angka besar di Steam, kecuali mereka memiliki daya tarik khusus atau merupakan bagian dari seri populer.
Final Fantasy XIV tetap berada di posisi teratas sebagai game Final Fantasy dengan jumlah pemain bersamaan tertinggi sepanjang masa di Steam, mengingat sifatnya sebagai MMO yang memiliki jutaan pemain terdaftar di seluruh dunia. Namun, untuk kategori single-player, Rebirth tampil sebagai jawara baru.

Mengapa Angka Ini Penting?
Torehan 43.000 pemain mungkin tampak kecil bila dibandingkan dengan game kompetitif seperti Counter-Strike atau Dota 2 yang bisa menembus ratusan ribu hingga jutaan pemain. Namun, untuk ukuran JRPG yang berfokus pada narasi dan tidak menawarkan elemen multiplayer, pencapaian ini sangat signifikan.
Pertama, hal ini menegaskan kembali daya tarik Final Fantasy VII sebagai salah satu judul paling ikonik dalam sejarah JRPG. Sejak versi orisinal di era PlayStation generasi pertama, kisah Cloud dan kawan-kawan sudah menyedot perhatian gamer lintas generasi. Antusiasme itu terbukti masih tinggi hingga kini, terutama dengan kemasan modern yang disuguhkan Rebirth.
Kedua, data tersebut menunjukkan minat pasar PC yang semakin besar terhadap seri Final Fantasy. Dahulu, Square Enix cenderung berfokus pada rilis konsol, sementara versi PC sering kali datang belakangan atau dirilis tanpa promosi besar. Namun, keberhasilan Rebirth di Steam memberi sinyal positif bahwa pasar PC bukan sekadar “tambahan” untuk game berbasis JRPG, melainkan juga salah satu sasaran utama yang potensial. Strategi untuk mengoptimalkan penjualan di lebih dari satu platform mulai terlihat terbayar.
Ketiga, angka ini juga menjadi barometer awal mengenai kualitas port PC. Sempat ada kekhawatiran bahwa Final Fantasy VII Rebirth akan mengalami masalah teknis seperti halnya beberapa port Square Enix sebelumnya. Namun, tingginya jumlah pemain bersamaan mungkin mengindikasikan performa port yang setidaknya cukup stabil pada hari peluncuran, walau masih ada ruang perbaikan melalui patch lanjutan.
Baca Juga:
Final Fantasy VII Rebirth Dipastikan Jalan Sempurna di Steam Deck
Cerminan Masa Depan Seri Final Fantasy
Melonjaknya angka pemain bersamaan turut memicu respons positif di komunitas Final Fantasy. Forum diskusi, media sosial, dan platform live-streaming dipenuhi perbincangan seputar gameplay, cerita, maupun aspek teknis Rebirth. Para pemain veteran yang sudah menamatkan Final Fantasy VII di era PS1 kini bisa kembali bernostalgia dengan sentuhan modern, sementara pendatang baru bisa merasakan langsung mengapa FFVII disebut-sebut sebagai salah satu JRPG terbaik sepanjang masa.
Dalam jangka panjang, rekor ini membuka potensi lebih luas bagi Square Enix untuk mengembangkan game serupa. Jika setiap bagian dari proyek remake Final Fantasy VII terus menorehkan prestasi seperti ini, maka hype dan penjualan kemungkinan akan tetap tinggi hingga seri remake ini rampung. Bukan tidak mungkin pula strategi episodik atau multi-part ini bakal diterapkan pada judul-judul Final Fantasy lainnya jika terbukti sukses dari sisi bisnis maupun kepuasan pemain.































