Devil Summoner: Raidou Kuzunoha vs. the Soulless Army adalah entri ketiga dalam seri Devil Summoner, bagian dari franchise Megami Tensei. Game ini pertama kali dirilis oleh Atlus untuk PlayStation 2 pada tahun 2006. Berbeda dari seri sebelumnya yang mengusung gameplay RPG turn-based, game ini memperkenalkan mekanik Action-RPG, di mana karakter utama, Raidou, bertarung bersama dua Devil Summon di dalam arena. Inovasi ini memberikan nuansa segar pada seri MegaTen.
Kini, Atlus menghadirkan versi remaster berjudul RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army untuk platform modern. Remaster ini menawarkan peningkatan grafis, audio, sistem pertarungan, serta berbagai fitur Quality of Life (QoL) yang memperkaya pengalaman bermain tanpa menghilangkan esensi dari game original. Mari kita bahas berbagai hal menarik yang bisa ditemukan di versi remaster ini.
Spoiler warning: Review ini mengandung beberapa detail cerita dan mekanik dari bagian lanjutan game.

Kisah Raidou Kuzunoha, Pelindung Ibu Kota dari Ancaman Tak Terlihat
Berlatar di Jepang fiksi pada periode Taishou, karakter utama baru saja menerima gelar Raidou Kuzunoha XIV setelah lulus ujian di desanya. Raidou kemudian ditempatkan oleh organisasi misterius Yatagarasu di ibu kota sebagai pelindung dari ancaman supranatural. Untuk menyamarkan tugas aslinya, Raidou bersama kucingnya, Gouto-Douji, bekerja sebagai asisten di kantor detektif milik Shohei Narumi.
Suatu hari, Raidou dan Narumi menerima permintaan dari klien bernama Kaya Daidoji, seorang gadis dari keluarga terkemuka. Kaya secara mengejutkan meminta mereka untuk membunuhnya. Sebelum penjelasan lebih lanjut, dua prajurit berjubah merah menculik Kaya dan melawan Raidou. Setelah berhasil melarikan diri, Raidou dan Narumi memulai investigasi untuk menemukan Kaya.

Raidou mencari petunjuk dengan mewawancarai teman-teman sekelas Kaya. Namun, investigasi terganggu ketika salah satu teman Kaya diculik oleh demon. Raidou pun memasuki dunia “Dark Tokyo”, versi gelap dari Tokyo, di mana demon berkeliaran bebas. Petualangan ini membawa Raidou ke berbagai lokasi, mulai dari rumah mewah, kuil misterius, hingga markas militer.
Dari segi cerita, RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army menawarkan plot yang menarik, terutama perkembangan cerita di akhir yang penuh kejutan. Namun, pacing cerita terasa kurang optimal karena banyak konsep yang tidak dieksplorasi secara mendalam akibat keterbatasan durasi game.

Selain cerita utama, terdapat side quest bernama case file yang sesuai dengan peran Raidou sebagai asisten detektif. Side quest ini bervariasi, mulai dari mencari item hingga memecahkan misteri. Untuk menyelesaikan side quest, pemain disarankan rutin memeriksa case file di menu.
Gameplay Combat: Sederhana Namun Menantang
RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army sangat direkomendasikan dimainkan dengan gamepad untuk kemudahan kontrol. Mekanik Action-RPG di game ini merupakan yang pertama dalam seri MegaTen, dengan Raidou bertarung menggunakan pedang (serangan light dan heavy) serta bantuan demon summon. Skill dibagi menjadi skill Raidou dan demon, di mana penggunaan skill demon mengonsumsi resource bernama MAG. Berbeda dengan MP di seri MegaTen lain, MAG di sini diisi dengan mendaratkan serangan light ke musuh, sehingga pemain harus mengatur waktu serangan dan menghindar secara bersamaan.

Raidou dapat melompat dan melakukan dodge roll untuk menghindari serangan musuh, terutama serangan fatal dari boss. Setiap pertarungan boss memiliki pola serangan unik, sehingga gameplay combat terasa menantang dan tidak mudah dikuasai.
Eksploitasi kelemahan musuh tetap menjadi kunci kemenangan, seperti pada seri MegaTen lainnya. Raidou dan demon dapat menggunakan skill elemen untuk men-stun musuh, namun pada boss, musuh memiliki elemental shield yang harus dihancurkan terlebih dahulu. Pemilihan skill pada demon dan Raidou sangat berpengaruh dalam pertarungan.
Eksplorasi Ibu Kota di Era Taishou
Periode Taishou jarang diangkat dalam game, sehingga pemain disuguhkan pengalaman unik dengan nuansa Jepang yang dipengaruhi budaya barat. Hal ini terlihat dari arsitektur bangunan, pakaian NPC, hingga penggunaan taksi. Interaksi dengan NPC juga dinamis, mengikuti perkembangan cerita, sehingga dunia dalam game terasa hidup dan imersif.

Dalam eksplorasi, Raidou didukung oleh demon dengan investigation skill unik, seperti membaca pikiran NPC, mengambil item yang sulit dijangkau, hingga mengubah mood NPC. Demon juga dapat melakukan investigasi mandiri di area yang tidak bisa diakses Raidou.

Memperkuat Tim Demon: Menangkap dan Menggabungkan Demon Baru
Seperti game MegaTen lainnya, sistem demon sangat penting di game ini. Raidou menggunakan tube untuk menangkap demon yang akan menjadi partner dalam eksplorasi dan pertarungan. Proses penangkapan demon lebih sederhana dibandingkan game lain: lemahkan demon, gunakan skill confinement, lalu tekan tombol sesuai prompt hingga bar penuh.

Jumlah tube bertambah seiring naiknya ranking Raidou, yang dipengaruhi loyalitas demon. Demon memiliki exp untuk naik level dan exp loyalitas yang membuka skill pasif. Demon yang loyal akan selalu mengikuti perintah. Untuk mempercepat proses, tersedia item sake.

Raidou juga dapat memperkuat demon di Goumaden dengan menggabungkan dua demon. Demon baru akan mewarisi skill aktif dan pasif dari demon yang digunakan. Jumlah demon yang bisa dikumpulkan di versi remaster meningkat dari 70+ menjadi 120+. Sistem registry memungkinkan pemain men-summon demon yang sudah didaftarkan menggunakan uang in-game.
Fitur premium registry di remaster ini memungkinkan pendaftaran demon dengan skill set berbeda. Disarankan membuat demon dengan peran berbeda, karena kini Raidou bisa men-summon dua demon sekaligus, misalnya satu attacker dan satu support.
Pembaruan Grafis dan Audio yang Setia pada Aslinya
Peningkatan grafis di RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army sangat signifikan. Tekstur lebih tajam, lingkungan 3D lebih luas, UI modern, dan cutscene pre-rendered yang memanjakan mata. Meski begitu, nuansa retro khas MegaTen klasik tetap terasa.

Dari sisi audio, remaster ini hadir dengan voice over (VO) lengkap dalam bahasa Jepang dan Inggris. Soundtrack-nya enak didengar, terutama saat pertarungan. Namun, jumlah lagu yang terbatas membuat repetisi terasa cepat, terutama saat grinding.
Sebagai remaster dari game klasik, RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan saat dimainkan:
Kesimpulan
RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army adalah remaster yang layak dimainkan oleh fans lama maupun pemain baru, terutama bagi yang belum pernah mencoba seri Devil Summoner. Meski ada beberapa kekurangan, gameplay combat yang seru, visual, dan audio yang imersif membuat game ini sangat direkomendasikan. Game ini juga menawarkan nilai nostalgia bagi penggemar MegaTen yang pernah memainkan versi original di PS2.

Dengan skor keseluruhan 4/5, game ini cocok dimainkan di waktu luang atau saat ingin merasakan ARPG klasik. Untuk pengalaman terbaik, disarankan bermain di PC handheld seperti ROG Ally, Steamdeck, Legion Go, dan sejenisnya. Game ini juga tersedia di platform lain seperti PlayStation 5, PlayStation 4, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, Steam, dan Xbox Series X|S (edisi fisik untuk PS5, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan Xbox Series X).
Kelebihan
- Grafis dan audio memukau, menciptakan suasana imersif.
- Cerita menarik dengan plot twist tak terduga.
- Banyak fitur QoL, termasuk quicksave di berbagai tempat.
- Nilai replayability tinggi berkat mode kesulitan baru. Variasi demon bertambah, memberikan kebebasan strategi.
Kekurangan
- Cerita utama cukup singkat, pacing kurang baik, beberapa aspek kurang dieksplorasi.
- Beberapa fitur tetap sulit diakses meski UI baru, terutama untuk solo investigation demon saat puzzle.
- Membutuhkan waktu lebih untuk grinding level dan loyalitas demon, apalagi dengan jumlah demon yang bertambah.
RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army
Summary
RAIDOU Remastered: The Mystery of the Soulless Army adalah game ARPG dengan visual dan audio imersif yang layak dimainkan oleh fans lama dan baru, walau tetap belum sempurna.
































