Nintendo Switch 2 resmi dirilis pada 5 Juni 2025 dan langsung mencatatkan penjualan yang sangat impresif, dengan lebih dari 3,5 juta unit terjual hanya dalam empat hari pertama. Namun, di balik kesuksesan konsol generasi terbaru Nintendo ini, terdapat tantangan besar bagi para pengembang game third-party. Data terbaru menunjukkan bahwa penjualan game third-party di Switch 2 masih jauh tertinggal dibandingkan game first-party buatan Nintendo sendiri.

Dominasi Game First-Party di Switch 2

Menurut laporan dari NielsenIQ, sekitar 86% penjualan fisik game Switch 2 berasal dari game first-party, terutama karena adanya bundle Mario Kart World yang sangat populer. Jika penjualan bundle tidak dihitung, angka ini turun menjadi 48%, namun tetap menunjukkan dominasi yang kuat dari game eksklusif Nintendo. Di Amerika Serikat, data Circana juga memperlihatkan bahwa 68% penjualan game fisik Switch 2 adalah game first-party, meskipun tanpa bundle.

Game third-party terlaris di Switch 2 saat ini adalah Cyberpunk 2077: Ultimate Edition. Namun, Sega menjadi publisher third-party terbesar karena merilis beberapa judul sekaligus, seperti Yakuza 0: Director’s Cut dan Sonic X Shadows Generations. Meski begitu, beberapa publisher third-party mengaku penjualan mereka “di bawah estimasi terendah”, meskipun Switch 2 sendiri sangat laku di pasaran.

Yakuza 0: Director’s Cut (SEGA)
Yakuza 0: Director’s Cut (SEGA)

Faktor Penyebab Penjualan Third-Party yang Rendah

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab rendahnya penjualan game third-party di Switch 2. Pertama, Mario Kart World sebagai game eksklusif besar menjadi daya tarik utama bagi para pembeli Switch 2. Banyak gamer yang membeli konsol ini memang untuk memainkan game eksklusif Nintendo, sehingga perhatian mereka terfokus pada judul-judul first-party.

Kedua, Switch 2 memiliki fitur backward compatibility yang memungkinkan pengguna memainkan game dari Switch generasi pertama. Hal ini membuat banyak gamer sudah memiliki koleksi game yang bisa langsung dimainkan di Switch 2, sehingga minat untuk membeli game third-party baru menjadi lebih rendah.

Ketiga, data yang tersedia saat ini hanya mencakup penjualan fisik. Ada kemungkinan penjualan digital game third-party lebih baik, namun belum ada data pasti yang bisa mengonfirmasi hal tersebut.

Peluang di Masa Depan

Meskipun saat ini game first-party mendominasi, peluang bagi game third-party untuk berkembang di Switch 2 masih terbuka lebar. Nintendo masih memiliki beberapa judul besar yang akan dirilis, seperti Donkey Kong Bananza dan Pokemon Legends: Z-A. Selain itu, game eksklusif third-party seperti The Duskbloods dari FromSoftware juga berpotensi menarik perhatian pasar dan meningkatkan penjualan game third-party di masa mendatang.

Komunitas gamer sendiri menilai bahwa situasi ini masih bisa berubah seiring waktu. Banyak yang percaya bahwa seiring bertambahnya waktu dan semakin banyaknya judul third-party yang menarik, penjualan game third-party di Switch 2 akan meningkat.

Penjualan game third-party di Nintendo Switch 2 saat ini memang masih tertinggal jauh dibandingkan game first-party. Namun, dengan potensi pasar yang besar dan berbagai judul menarik yang akan datang, peluang bagi pengembang third-party untuk sukses di Switch 2 tetap terbuka. Ke depannya, kolaborasi yang lebih erat antara Nintendo dan publisher third-party bisa menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem game yang lebih seimbang dan beragam di Switch 2.

Source: Gamerant

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini