Sebulan setelah 1998: The Toll Keeper Story dirilis, sebagian ‘gaji’ Dewi sebagai penjaga tol akhirnya disumbangkan. Tepat di perayaan Hari Ibu, donasi ini diberikan untuk mendukung komunitas Indonesian Women in Game (IWIG).
Donasi ini merupakan wujud komitmen GameChanger Studio yaitu memberikan 20% dari hasil penjualan DLC (downloadable content) Artbook pada bulan pertama kepada IWIG, sebagai bentuk dukungan bagi game developer perempuan di Indonesia.
Total donasi Dewi untuk IWIG
Pada periode tersebut, Dewi berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp 5.199.800, yang disalurkan kepada IWIG. Donasi ini diharapkan dapat membantu menjalankan operasional komunitas dan/atau program pengembangan keterampilan dan keilmuan bagi perempuan yang bekerja di industri game.

Kenapa perlu mendukung Perempuan di Industri Game?
Mengacu pada survei BRIN tahun 2024, terdapat temuan bahwa 32% game developer perempuan tidak memiliki pengalaman karir terkait game. Data lain juga menunjukkan bahwa kebutuhan pengembangan skill sering kali tidak selalu “lurus” dengan latar pendidikan formal dari developer. Sebagian pekerja yang memiliki posisi tertentu seperti art & design, terkadang bisa berasal dari bidang lain seperti teknik atau engineering.

Hal ini menunjukkan pentingnya ekosistem yang mampu menjadi tempat belajar, bertumbuh, dan saling mendukung. Oleh karena itu di sinilah peran IWIG menjadi sangat relevan.
Harapan dari IWIG ke depan
Riris Marpaung, game director 1998: The Toll Keeper Story sekaligus Chairwoman IWIG periode 2023–2025, menyampaikan bahwa IWIG masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar dapat menjadi “rumah” yang nyaman dan dinamis bagi para anggotanya. Di momen perayaan Hari Ibu, ia berharap semakin banyak game developer perempuan di Indonesia dapat menghasilkan karya yang menggugah dan memiliki nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Musthika Dwitiya Laksmiwati, Chairwoman IWIG periode 2025–2028 sekaligus COO Ikan Asin Production, menyampaikan apresiasi kepada Bu Riris Marpaung dan GameChanger Studio atas dukungan yang diberikan kepada IWIG. Ia menegaskan misi ke depan agar IWIG semakin dikenal luas dan semakin kuat dalam memberdayakan perempuan dalam membangun ekosistem game, baik kalangan profesional di berbagai tahap karier maupun para pemula yang membutuhkan pendampingan sejak awal.
Tentang 1998: The Toll Keeper Story
1998: The Toll Keeper Story adalah game simulasi naratif tentang bertahan hidup, menjaga keluarga dan beban keputusan moral di tengah runtuhnya sebuah negara, terinspirasi dari salah satu babak tergelap dalam sejarah Indonesia.

Kita berperan sebagai Dewi, ibu hamil yang bekerja sebagai penjaga tol di negara fiktif Asia Tenggara bernama Janapa, Negara ini mengalami kerusuhan sipil dan krisis ekonomi yang semakin memuncak. Di setiap shift kerja, Kita akan memeriksa kendaraan dan dokumen untuk menentukan siapa yang boleh lewat. Semua keputusan diambil sambil berusaha tetap aman, mempertahankan pekerjaan, dan melindungi bayi dalam kandungan. Segala keputusan kecil yang diambil dalam game ini dapat berujung pada konsekuensi yang besar.
Simak ulasan lengkap kami di Review 1998: The Toll Keeper Story





























