Adaptasi anime Death Stranding akhirnya diumumkan secara resmi oleh Hideo Kojima. Menurut Eurogamer, dalam wawancara eksklusif bersama Vogue Japan, kreator legendaris ini mengungkap bahwa proyek anime tersebut sedang dalam tahap pengembangan. Langkah ini memperkuat strategi Kojima untuk mengubah Death Stranding menjadi sebuah waralaba multimedia lintas platform yang lebih dari sekadar game.
Baca Juga: Kojima: Death Stranding 2 Bukan Game untuk Gamer Mainstream
Langkah Kojima Menuju Waralaba Multimedia
Hideo Kojima tidak asing dengan pendekatan lintas media. Setelah sukses dengan game Death Stranding yang pertama kali dirilis pada 2019, Kojima Productions telah memperluas proyek ini melalui berbagai medium lain. Film live-action Death Stranding juga sedang dalam pengembangan bersama studio film independen A24, yang dikenal atas karya sinematik seperti Everything Everywhere All at Once dan Midsommar.
Dalam konteks anime, Kojima menyatakan bahwa ia ingin menciptakan karya yang memiliki nilai artistik yang kuat. Ia berharap adaptasi ini bisa berdiri sendiri sebagai bentuk seni visual yang dapat diakui di festival seperti Cannes atau Venice. Ini menunjukkan bahwa proyek anime Death Stranding tidak hanya dibuat sebagai fan service, tetapi juga sebagai karya dengan misi kreatif yang ambisius.
Potensi Cerita Death Stranding dalam Format Anime
Death Stranding dikenal dengan narasinya yang dalam dan simbolis, mengeksplorasi tema isolasi, konektivitas manusia, dan eksistensialisme dalam dunia pasca-apokaliptik. Format anime memungkinkan ekspansi cerita secara visual dan emosional yang mungkin tidak bisa sepenuhnya ditangkap dalam game.
Karakter seperti Sam Porter Bridges, Fragile, dan Higgs memiliki potensi besar untuk dieksplorasi secara psikologis dalam bentuk anime. Adaptasi ini juga memberi ruang untuk menceritakan latar belakang karakter, konflik sosial, serta dunia unik yang dibangun Kojima dengan lebih luas dan mendalam.

Dampak untuk Penggemar dan Industri
Kabar ini tentu disambut antusias oleh para penggemar. Adaptasi anime memberikan pengalaman baru dalam menikmati semesta Death Stranding, terutama bagi mereka yang lebih familiar dengan media anime dibandingkan video game. Selain itu, proyek ini membuka peluang untuk menjangkau audiens baru dari komunitas penonton animasi Jepang dan global.
Bagi industri game dan hiburan, langkah Kojima ini menjadi contoh konkret bagaimana intelektual properti dari video game bisa diolah secara serius ke medium lain tanpa kehilangan identitas aslinya. Bila berhasil, Death Stranding anime bisa membuka jalan untuk lebih banyak adaptasi game yang fokus pada kualitas artistik dan naratif.
Proyek anime Death Stranding menunjukkan bahwa Hideo Kojima tidak berhenti berinovasi. Dengan pendekatan artistik yang khas dan kolaborasi bersama pihak-pihak kreatif yang kredibel, anime ini berpotensi menjadi salah satu adaptasi game ke anime paling menarik dalam dekade ini. Pantau terus informasi selanjutnya dari Kojima Productions untuk update resmi terkait jadwal rilis dan detail produksinya.































