Highguard dipastikan akan menghentikan layanan pada 12 Maret 2026. Informasi ini menandai akhir yang sangat cepat bagi game shooter free-to-play buatan Wildlight. Padahal, Highguard sempat menarik perhatian besar sejak diperkenalkan di The Game Awards 2025 dan kemudian dirilis pada 26 Januari 2026. Dalam waktu singkat, game ini sempat mencatat hampir 100 ribu pemain aktif secara bersamaan. Namun, angka itu turun tajam hanya dalam beberapa pekan setelah peluncuran.
Wildlight menyebut lebih dari 2 juta orang pernah memainkan Highguard. Meski begitu, jumlah tersebut ternyata tidak cukup untuk membentuk basis pemain yang stabil dalam jangka panjang. Studio tersebut juga mengakui bahwa mereka tidak berhasil membangun komunitas yang bisa menopang game ini secara berkelanjutan. Situasi internal tim ikut menjadi sorotan karena dukungan terhadap game disebut tinggal ditangani oleh kru kecil setelah gelombang PHK.
Penurunan Pemain Jadi Masalah Utama
Masalah terbesar Highguard terlihat pada penurunan jumlah pemain yang sangat cepat. Saat peluncuran, game ini sempat mendapat momentum yang cukup kuat. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama. Dalam laporan terbaru, jumlah pemain aktif secara bersamaan bahkan disebut sudah turun hingga di bawah 500 orang.
Penurunan seperti ini menjadi masalah serius untuk game live-service. Tanpa jumlah pemain yang cukup, matchmaking, ritme permainan, dan keterlibatan komunitas bisa ikut terganggu. Pada akhirnya, kondisi itu membuat pengembang sulit mempertahankan operasional game, apalagi jika biaya dukungan terus berjalan.
Update Terakhir Sebelum Server Ditutup
Sebelum layanan berakhir, Highguard masih akan menerima satu update terakhir. Update ini disebut menghadirkan Warden baru, senjata baru, account level progression, serta skill trees. Patch final tersebut dijadwalkan hadir pada 3 atau 4 Maret 2026.
Langkah ini memberi kesempatan terakhir bagi pemain lama untuk kembali mencoba konten baru sebelum server benar-benar offline. Meski begitu, update penutup seperti ini terasa lebih sebagai perpisahan daripada upaya pemulihan. Wildlight juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pemain yang sempat mendukung perjalanan Highguard sejak awal.
Pelajaran untuk Game Live-Service
Kasus Highguard menunjukkan bahwa pasar game live-service kini makin sulit. Bukan cuma soal menghadirkan konsep menarik atau tampil di panggung besar, tetapi juga soal menjaga gameplay tetap seru, komunitas tetap aktif, dan pembaruan konten tetap relevan. Saat salah satu elemen itu goyah, dampaknya bisa langsung terasa dalam waktu singkat.
Akhir Highguard juga menambah daftar game live-service yang tutup tidak lama setelah meluncur. Buat banyak pemain, situasi ini jadi pengingat bahwa umur sebuah game saat ini sangat bergantung pada retensi, arah pengembangan, dan kemampuan studio membaca kebutuhan komunitas sejak hari pertama.





























