Playeatsleep.fun – Pembahasan kali ini cukup menarik karena menyangkut salah satu game favorit saya pribadi. Kali ini kita bakal ngobrolin tentang ketidakakuratan sejarah di Assassin’s Creed Odyssey.
Buat yang belum tahu, Odyssey ini adalah salah satu seri dari franchise Assassin’s Creed yang terkenal banget dengan setting open world dan cerita yang epik. Tapi, tahu gak sih kalau ada beberapa hal dalam game ini yang ternyata gak sesuai dengan sejarah aslinya?
Padahal sejak awal, Assasin’s Creed ini memiliki poin menarik soal sejarahnya yang sesuai dengan kisah nyata. Lalu, kenapa bisa sekarang muncul ketidakakuratan sejarah di Assassin’s Creed Odyssey?
Baca Juga: 9 Informasi Perilisan Assassin’s Creed® Shadows pada November 2024!
Creative License vs. Historical Accuracy

Sebelum kita masuk ke detail, mari kita bahas dulu dua hal penting ini: creative license dan historical accuracy. Sebagai game yang mengusung tema sejarah, Assassin’s Creed memang berusaha menghadirkan pengalaman yang autentik.
Namun, demi keasyikan dan elemen fantasi, Ubisoft biasanya mengubah beberapa detail sejarah. Nah, hal inilah yang memicu diskusi seru di kalangan para fans.
Salah satu yang jadi perhatian adalah desain armor di Odyssey, khususnya soal penggunaan bracers. Seorang pemain jeli di komunitas Reddit, yang dikenal dengan nama Divine-Crusader, mencatat bahwa banyak desain armor di Odyssey menampilkan bracers.
Padahal di masa Yunani kuno, alat pelindung ini jarang dipakai oleh prajurit. Di sinilah perdebatan antara realisme dan hiburan mulai panas.
Apa Itu Bracers?

Buat yang belum familiar, bracers adalah pelindung lengan yang biasanya dipakai di antara pergelangan tangan dan siku. Dalam Assassin’s Creed Odyssey, karakter utama terlihat mengenakan bracers sebagai bagian dari armor Spartan War Hero.
Tapi, dalam seni dan artefak Yunani kuno, bracers ini jarang terlihat. Prajurit Yunani lebih sering digambarkan memakai pelindung tubuh, helm, dan pelindung kaki, tapi tidak dengan bracers.
Divine-Crusader akhirnya mengaitkan hal tersebut dengan ilustrasi prajurit Hoplite Yunani. Menurutnya, penggunaan bracers yang kokoh tidak praktis bagi prajurit Yunani karena berbagai alasan, seperti biaya, kenyamanan, dan formasi bertempur yang lebih mengandalkan tameng.
Kenapa Ubisoft Pilih Bracers?
Oke, sekarang kita coba tebak kenapa Ubisoft tetap memutuskan pakai bracers di game ini? Ada beberapa argumen dari komunitas yang mungkin bisa menjelaskan alasannya.
1. Gameplay Mechanics
Dalam game RPG seperti Odyssey, setiap elemen armor biasanya punya stats dan kelebihan masing-masing. Dengan adanya bracers, pemain bakal merasa lebih variatif untuk menggonta-ganto armornya. Jadi, daripada cuma punya helm, baju zirah, dan celana, adanya bracers nambah variasi dan strategi dalam build karakter.
2. Rule of Cool
Kalau ngomongin game, biasanya kita lebih mementingkan visual yang keren daripada keakuratan sejarah. Rule of Cool ini berarti elemen dalam game bisa jadi lebih menarik secara visual, meskipun gak sesuai sama fakta. Dalam kasus Odyssey, armor bracers mungkin kelihatan lebih gagah dan keren buat pemain.
3. Fantasi dan Mitologi
Jangan lupa, Assassin’s Creed Odyssey gak cuma ngasih pengalaman sejarah, tapi juga elemen mitologi. Di game ini, kita bisa ketemu sama dewa-dewi Yunani dan makhluk mitos. Jadi, adanya ketidakakuratan sejarah di Assassin’s Creed Odyssey seperti bracers ini bisa jadi bagian dari pendekatan fantasi yang lebih bebas dan kreatif.
Baca Juga: Cara Main Assassin’s Creed Mirage GRATIS, Buruan Sebelum Waktunya Habis!
Tanggapan dari Para Gamers
Menariknya, diskusi ini memicu banyak pendapat dari kalangan gamers yang main game ini. Ada yang mendukung Divine-Crusader, setuju bahwa Ubisoft seharusnya lebih konsisten dalam mengikuti sejarah.
Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa selama gameplay tetap seru dan menarik, beberapa ketidakakuratan bisa dimaklumi.
Beberapa pemain juga berargumen bahwa meskipun bracers tidak selalu terlihat dalam sejarah, ada bukti arkeologis tentang pelindung lengan logam di periode Yunani kuno. Jadi, gak sepenuhnya salah juga sih kalau Ubisoft memasukkan elemen ini.
Kesimpulan
Jadi, apakah ketidakakuratan sejarah seperti ini masalah besar? Buat beberapa pemain yang mengutamakan realisme, mungkin iya. Tapi buat yang lain, selama game-nya asyik dan menyajikan pengalaman yang seru, sedikit kebebasan kreatif bisa dimaklumi.
Tapi menurut saya, Assassin’s Creed Odyssey berhasil menggabungkan sejarah dan mitologi yang cukup OKE, dengan sistem open world yang luas. Jadi, meskipun ada ketidakakuratan kecil, game ini tetap jadi favorit banyak orang karena elemen petualangannya yang tak terlupakan.
Akhir kata, semua kembali ke preferensi masing-masing. Apakah kamu tipe pemain yang mengutamakan akurasi sejarah atau lebih suka elemen fantasi yang keren? Apapun pilihanmu, yang penting adalah menikmati pengalaman gaming dengan cara yang kamu suka.
Jadi, bagaimana menurut kalian, para gamers? Apakah ketidakakuratan ini mengganggu, atau malah bikin game lebih seru? Share pendapat kalian di kolom komentar! Happy gaming!































