Hideo Kojima kembali menjadi sorotan setelah komentarnya tentang representasi kulit Asia dalam video game viral di media sosial. Dalam wawancara terbaru dengan IGN Japan, kreator Death Stranding ini menyebut bahwa kulit orang Asia, terutama wanita dan anak muda, terlalu indah dan halus sehingga sulit digambarkan secara realistis menggunakan teknologi grafis saat ini.

Kojima: “Kulit Asia Terlihat Seperti CGI di Game”

Kojima menjelaskan bahwa ia lebih sering memilih aktor Barat untuk karakter utama di game-nya, seperti Norman Reedus dan Lea Seydoux, karena detail kulit mereka lebih mudah ditangkap oleh teknologi motion capture dan engine grafis modern. Menurutnya, kulit Asia yang sangat halus dan minim tekstur justru membuat hasil render terlihat seperti CGI, bukan seperti manusia nyata.

Meski begitu, Kojima mengaku sudah mencoba teknologi baru untuk meningkatkan kualitas visual karakter Asia di Death Stranding 2. Ia menyebut hasilnya sudah lebih baik, namun masih ada ruang untuk perbaikan di masa depan. Salah satu contoh adalah kehadiran Shioli Kutsuna, aktris Jepang yang juga fasih berbahasa Inggris, sehingga memudahkan proses rekaman suara dan lip sync.

Rainy from Death Stranding 2 (Kojima Productions)
Rainy from Death Stranding 2 (Kojima Productions)

Komunitas Gamer dan Industri Game Menanggapi

Pernyataan Kojima ini langsung menuai reaksi dari komunitas gamer dan pengamat industri. Banyak yang mempertanyakan alasan teknis di balik pernyataan tersebut, mengingat game seperti Yakuza, Judgment, dan Stellar Blade sudah berhasil menampilkan karakter Asia dengan sangat baik, bahkan dengan anggaran yang lebih kecil.

Beberapa gamer menilai alasan Kojima lebih bersifat preferensi pribadi atau strategi pemasaran, bukan murni kendala teknologi. Ada juga yang menyoroti pentingnya representasi karakter Asia di game AAA, apalagi industri game global kini semakin menuntut keberagaman dan inklusivitas.

Tantangan Teknis atau Preferensi Pribadi?

Dari sisi teknis, memang benar bahwa menampilkan kulit yang sangat halus dan minim tekstur bisa menjadi tantangan tersendiri dalam grafis 3D. Namun, kemajuan teknologi grafis dan engine game modern sebenarnya sudah memungkinkan penciptaan karakter dengan berbagai jenis kulit secara realistis. Banyak studio game telah membuktikan bahwa representasi karakter Asia bisa dilakukan dengan baik tanpa mengorbankan kualitas visual.

Harapan untuk Masa Depan Representasi Asia di Game

Pernyataan Hideo Kojima tentang kulit Asia yang “terlalu indah untuk digambarkan di game” menjadi bahan diskusi hangat di industri game. Isu ini menyoroti pentingnya inovasi teknologi, keberagaman, dan representasi yang adil dalam dunia game modern. Komunitas gamer berharap ke depannya semakin banyak karakter Asia yang tampil menonjol di game-game besar, seiring dengan kemajuan teknologi dan kesadaran akan pentingnya inklusivitas.

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini