Dunia manhwa kembali mendapatkan sorotan besar dengan pengumuman terbaru mengenai Tomb Raider King. Kadokawa secara resmi mengonfirmasi bahwa webtoon populer karya 3B2S dan penulis Yuns dari REDICE STUDIO ini akan mendapatkan adaptasi animasi.

Berbeda dengan kebanyakan adaptasi yang biasanya digarap sepenuhnya oleh studio Jepang, seri ini merupakan animasi produksi Korea yang akan ditayangkan di pasar Jepang.

Rencananya, project ini akan mulai mengudara pada bulan Juli mendatang di saluran televisi Fuji TV dan Kansai TV dengan judul lokalisasi Jepang, Tokutsuo. Ini menandakan semakin kuatnya ekspansi konten Korea ke pasar anime global, mengikuti jejak sukses pendahulunya.

Ambisi Menjadi Raja Penjarah Makam

Cerita Tomb Raider King berlatar di dunia di mana makam-makam misterius tiba-tiba muncul di seluruh penjuru bumi. Di dalam makam tersebut terdapat relik yang dapat memberikan pemiliknya kemampuan supranatural. Jooheon Suh adalah seorang penjelajah, penggali, dan penjarah makam yang bekerja keras mengumpulkan relik-relik tersebut.

Namun, nasib malang menimpanya ketika ia dikhianati oleh pihak yang mempekerjakannya dan berada di ambang kematian akibat serangan relik baru yang sangat kuat. Alih-alih mati, Jooheon justru terlempar kembali ke masa lalu, tepatnya 15 tahun sebelum peristiwa kemunculan makam dan relik dimulai.

Berbekal pengetahuan masa depan tentang letak makam dan kekuatan relik yang belum ditemukan orang lain, ia didorong oleh rasa dendam yang membara. Jooheon bertekad untuk memonopoli semua relik dan menobatkan dirinya sebagai “Tomb Raider King” atau Raja Penjarah Makam, agar tidak ada lagi yang bisa menggunakannya untuk menindas dirinya.

Tomb Raider King (STUDIO EEK)
©3B2S, Yuns(REDICE STUDIO), SAN.G/Tomb Raider King Partners

Staf Produksi

Meskipun akan tayang di Jepang dengan dubbing bahasa Jepang, produksi animasi ini sebenarnya ditangani oleh Studio EEK, studio animasi asal Korea Selatan. Langkah ini cukup unik karena menggabungkan kreativitas produksi Korea dengan infrastruktur distribusi Jepang yang masif.

Untuk memastikan kualitas audionya sesuai dengan standar penonton anime di Jepang, Keigo Fukuda dari IMAGICA EMS ditunjuk sebagai editor untuk versi dubbing Jepang, dengan dugout bertindak sebagai Sound Producer.

Berikut adalah daftar staf utama yang terlibat dalam project ini:

  • Director & Series Scripts: Seung Wook Woo
  • Character Designer & Chief Animation Director: Hyun-Jung Lee
  • Chief Animation Director: Hyung Jun Heo
  • Music: Ju Young Kim
  • Color Design: Jee Sun Hwang
  • Art Director: Seung Chan Kang
  • Sound Director: Gun Yoon, Kisuke Koizumi

Salah satu daya tarik utama dari adaptasi ini adalah deretan pengisi suara atau seiyuu papan atas yang terlibat.

Berikut adalah daftar pemeran utamanya:

  • Ryoga Goriki (Jooheon Suh): Yoshimasa Hosoya
  • Irene Holton: Saori Hayami
  • Taisei Ogawara (Tae Joon Kwon): Junichi Suwabe

Di sisi musik, girl group asal Korea, QWER, akan membawakan Opening Theme Song berjudul “Show Down”. Menariknya, ini akan menjadi lagu tie-up anime pertama bagi grup tersebut dan akan dinyanyikan dalam lirik bahasa Jepang.

Koneksi Tomb Raider King dengan Solo Leveling

Jika kamu melihat visual dari seri ini, mungkin kamu akan merasakan nuansa yang familiar dengan Solo Leveling. Hal ini bukanlah kebetulan karena Tomb Raider King berada di bawah naungan REDICE STUDIO, studio yang sama yang didirikan oleh mendiang DUBU, ilustrator di balik adaptasi manhwa Solo Leveling.

Tomb Raider King - solo leveling

Meskipun studio animasi yang menangani keduanya berbeda—di mana Solo Leveling digarap oleh A-1 Pictures dari Jepang sedangkan seri ini oleh Studio EEK dari Korea—DNA visual dari sumber aslinya tetap terasa kuat. Yuns dari REDICE STUDIO adalah penulis naskah untuk webtoon ini, yang mengadaptasi novel asli karya SAN.G.

Ciri khas REDICE yang dikenal dengan desain karakter yang tajam, efek visual yang memukau, dan protagonis yang “dingin” sangat kental di sini. Elemen cerita seperti sistem RPG, relik yang memberikan kekuatan, serta plot weak-to-strong menjadi benang merah yang menghubungkan kedua seri ini.

Banyak penggemar berspekulasi apakah kemiripan elemen ini akan mampu menarik basis penggemar Solo Leveling yang sangat masif. Bagi kamu yang ingin membaca kisah aslinya sebelum menonton animasinya, versi bahasa Inggris dari webtoon ini dirilis secara digital oleh Tapas, sementara versi cetaknya diterbitkan oleh Ize Press. Kita tunggu saja apakah adaptasi ini akan memuaskan ekspektasi pembaca manhwa saat tayang Summer nanti.

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini