Cozy production line simulation game Little Rocket Lab akhirnya mendapatkan tanggal rilis untuk ekosistem Nintendo. Setelah lebih dulu hadir di Xbox Series, Xbox One, dan PC via Steam pada 7 Oktober, game ini dijadwalkan meluncur di Switch dan Switch 2 pada 10 Desember dengan banderol harga $19,99. Versi Switch 2 diumumkan sebagai upgrade baru yang bisa didapat secara gratis bagi pemain yang sudah memiliki versi Switch, sehingga transisi antar perangkat menjadi lebih mulus.
Latar Cerita dan Premis Little Rocket Lab
Little Rocket Lab menempatkan kamu sebagai Morgan, seorang calon insinyur yang pulang ke kampung halaman untuk menyelesaikan proyek besar keluarganya: membangun rocket ship milik sang ibu. Kondisi kota kecil bernama St. Ambroise sudah tidak seramai dulu, sehingga Morgan perlu memanfaatkan kemampuan teknisnya untuk membantu warga sekaligus mewujudkan mimpi keluarga.
Premisnya memadukan elemen simulasi produksi dengan pendekatan naratif yang lebih hangat. Morgan tidak hanya sibuk di dalam pabrik, namun juga berinteraksi dengan penduduk lokal, membangun hubungan, dan perlahan menjadi bagian penting dari komunitas. Cerita berkembang seiring kemajuan proyek rocket ship dan perubahan kota yang mulai bangkit kembali.
Nuansa seperti ini cocok untuk pemain yang menyukai game simulasi namun tetap ingin ada fokus pada karakter serta kehidupan sehari-hari, bukan hanya angka dan efisiensi produksi.

Mekanisme Produksi dan Rantai Otomasi
Fokus utama gameplay Little Rocket Lab terletak pada pembangunan pabrik dan pengaturan rantai produksi. Kamu akan merakit berbagai mesin, mulai dari perangkat sederhana seperti drill dan furnace, hingga rangkaian sistem yang jauh lebih kompleks seperti assembler, crane, dan jaringan conveyor belt yang saling terhubung.
Semua perangkat ini digunakan untuk mengolah sumber daya lokal menjadi material yang berguna. Setiap keputusan penempatan mesin, jalur conveyor, hingga aliran bahan mentah akan mempengaruhi kelancaran produksi. Pendekatan ini menjadikan Little Rocket Lab dekat dengan tradisi game otomasi pabrik, namun tetap dikemas dengan suasana yang lebih tenang dan santai.
Rantai produksi tidak berhenti pada hal mekanis saja. Kamu juga akan mengelola unsur seperti listrik, air, elemen crafting, dan otomasi tingkat lanjut melalui robotics. Kombinasi ini membuka ruang untuk eksperimen desain pabrik yang kreatif, sekaligus memberi tantangan tersendiri dalam menjaga pabrik tetap efisien.

Eksplorasi Kota dan Sistem Riset
Aktivitas Morgan tidak terbatas di satu area saja. Kota St. Ambroise terbagi ke beberapa kawasan dengan karakter berbeda. Terdapat area pesisir, rail yard, quarry, hingga lokasi bawah tanah yang masing-masing menyimpan jenis material unik. Eksplorasi setiap zona mendorong kamu untuk terus menyesuaikan rancangan pabrik sesuai sumber daya yang tersedia.
Little Rocket Lab juga menghadirkan sistem riset. Kamu bisa membuka mesin baru, sumber energi alternatif, hingga berbagai mechanical friends yang berfungsi sebagai asisten dalam proses otomasi. Semakin jauh progres riset, semakin kompleks kombinasi mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan kota.
Rangkaian tantangan yang disediakan memaksa pemain untuk memikirkan ulang alur logistik, penggunaan ruang, dan integrasi antar mesin. St. Ambroise secara bertahap kembali hidup bukan sekadar melalui dialog karakter, namun juga melalui aktivitas industri yang kamu bangun sendiri.

Rilis di Switch dan Switch 2 Serta Upgrade Gratis
Rencana rilis Little Rocket Lab pada 10 Desember untuk Switch dan Switch 2 menandai ekspansi baru untuk game ini setelah sebelumnya berfokus pada platform Xbox dan PC. Publisher No More Robots bersama developer Teenage Astronauts mengonfirmasi bahwa harga versi Nintendo berada di angka $19,99, selaras dengan positioning game ini sebagai judul simulasi produksi berskala menengah.
Satu detail penting yang cukup relevan bagi pemilik konsol Nintendo adalah kebijakan upgrade gratis ke versi Switch 2. Pemain yang membeli Little Rocket Lab di Switch akan mendapatkan akses ke versi Switch 2 tanpa biaya tambahan. Pendekatan ini mempermudah pemain yang berencana berpindah ke generasi konsol berikutnya, karena progres pembelian tidak berhenti di satu perangkat saja.
Rilis di Switch 2 juga berpotensi membawa peningkatan kenyamanan bermain untuk skenario pabrik besar yang biasanya memerlukan stabilitas performa lebih tinggi, terutama ketika jumlah mesin, conveyor, dan elemen otomasi lain semakin padat. Bagi pemain yang tertarik pada sim produksi dengan nuansa kota kecil dan tema keluarga, kehadiran Little Rocket Lab di ekosistem Switch menambah satu opsi baru yang berfokus pada kombinasi antara aspek teknis dan cerita personal.





























