Halo Infinite adalah salah satu judul yang paling diantisipasi dalam franchise Halo, tetapi sejak perilisannya, game ini menerima banyak kritik dari penggemar dan kritikus. Meskipun ada upaya untuk memperbaiki game, sebagian besar komunitas merasa bahwa game ini belum memenuhi ekspektasi tinggi dari warisan Halo. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sekuel dari Halo Infinite yang sedang dalam pengembangan dibatalkan oleh Microsoft, dan tim pengembang kini berfokus pada rencana baru dengan Unreal Engine 5.
Pembatalan Sekuel dan Pergantian Arah

Leaker terpercaya, Rebs Gaming, melaporkan bahwa Halo Infinite memiliki sekuel yang sedang dikembangkan menggunakan Slipspace Engine. Namun, setelah terjadinya perubahan kepemimpinan di 343 Industries, yang kini dikenal sebagai Halo Studios, keputusan diambil untuk menghentikan proyek sekuel tersebut. Pergantian ini seiring dengan peralihan teknologi dari Slipspace Engine ke Unreal Engine 5, yang dianggap dapat memberikan inovasi lebih signifikan bagi masa depan franchise Halo.
Sebagai bagian dari perubahan besar ini, Microsoft pada Januari 2023, memberhentikan seluruh tim kreatif yang bekerja pada proyek sekuel Halo Infinite. Project Tatanka—proyek lain yang sedang dikembangkan bersamaan dengan sekuel ini—juga dibatalkan dalam rangka restrukturisasi ini. Meskipun informasi lebih lanjut mengenai Project Tatanka masih minim, pengembang memilih untuk fokus pada satu visi baru yang lebih terarah untuk franchise Halo.
Masa Depan Franchise Halo
Penggunaan Unreal Engine 5 menandai perubahan besar dalam pengembangan game Halo. Dengan reputasi sebagai salah satu engine paling canggih saat ini, Unreal Engine 5 diyakini akan memberikan peningkatan grafis dan performa yang lebih baik. Bagi Halo Studios, langkah ini bukan hanya sekadar peralihan teknologi, tetapi juga awal baru dalam membangun kembali warisan Halo dengan pendekatan yang lebih modern.
Peralihan dari Slipspace Engine ke Unreal Engine 5 ini juga diharapkan akan memberikan lebih banyak fleksibilitas dalam menciptakan dunia Halo yang lebih dinamis, baik dari sisi gameplay maupun grafis. Meskipun langkah ini memicu kekhawatiran di kalangan penggemar yang telah lama mengikuti Halo, banyak juga yang optimis bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk membawa seri ini ke tingkat yang lebih tinggi.
Reaksi Penggemar Terhadap Pembatalan
Pergantian dari Slipspace Engine ke Unreal Engine 5 serta pembatalan sekuel Halo Infinite telah memicu beragam reaksi dari penggemar. Sebagian besar merasa kecewa karena sekuel yang sudah diantisipasi harus dibatalkan, terutama karena Slipspace Engine telah dirancang khusus untuk Halo. Namun, di sisi lain, banyak yang optimis bahwa Unreal Engine 5 akan membawa peningkatan yang signifikan, terutama dalam hal grafis dan performa.
Isu lainnya yang menjadi perhatian komunitas adalah potensi Halo untuk dirilis di platform selain Xbox, seperti PS5. Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai hal ini, transisi ke Unreal Engine 5 telah memicu spekulasi bahwa franchise Halo mungkin akan menjadi lebih terbuka untuk platform lain di masa depan.
Pembatalan sekuel Halo Infinite dan peralihan ke Unreal Engine 5 merupakan langkah besar dalam arah baru bagi franchise Halo. Meskipun perubahan ini tidak lepas dari kontroversi, keputusan ini menunjukkan bahwa Halo Studios berkomitmen untuk membangun kembali franchise ini dengan fondasi yang lebih kuat. Penggemar kini menantikan bagaimana Unreal Engine 5 akan membawa Halo ke tingkat yang lebih tinggi, baik dari sisi gameplay maupun visual.































