NetEase Games dilaporkan akan menghentikan pendanaan untuk Nagoshi Studio pada Mei 2026. Informasi ini langsung memicu perhatian banyak pengamat industri game, karena studio tersebut dipimpin oleh Toshihiro Nagoshi, sosok yang dikenal luas lewat seri Yakuza atau Like a Dragon. Nagoshi Studio sendiri berdiri pada 2021 setelah Nagoshi meninggalkan SEGA dan memulai babak baru di bawah naungan NetEase. Situasi ini jadi sorotan karena bukan hanya menyangkut nama besar, tetapi juga masa depan proyek perdana studio tersebut, yaitu GANG OF DRAGON.

Alasan pendanaan dihentikan

Menurut Gematsu, sebuah sumber dari Bloomberg menyebut keputusan ini berkaitan dengan langkah NetEase untuk mengurangi aktivitas pengembangan game secara lebih luas. Sebelumnya, NetEase juga dikabarkan melakukan pengurangan di sejumlah studio lain. Artinya, keputusan terhadap Nagoshi Studio bukan kasus yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari penyesuaian strategi bisnis yang lebih besar.

Salah satu faktor utama yang disebut adalah kebutuhan dana tambahan untuk menyelesaikan GANG OF DRAGON. Nilainya tidak kecil, yaitu setidaknya 7 miliar yen atau sekitar 44,4 juta dolar AS. Angka sebesar itu menunjukkan bahwa proyek ini kemungkinan membutuhkan waktu pengembangan lebih panjang, sumber daya lebih besar, atau penyesuaian skala produksi. Dalam kondisi industri game yang makin ketat, publisher biasanya akan lebih berhati-hati dalam mengalokasikan dana ke proyek yang masih punya risiko tinggi.

GANG OF DRAGON dibatalkan?

Buat Nagoshi Studio, keputusan ini jelas memberi tekanan besar. Studio tersebut kini disebut sedang mencari sponsor atau sumber pendanaan baru, tetapi sejauh ini belum ada hasil pasti. Kalau upaya itu tidak berjalan lancar, masa depan GANG OF DRAGON bisa ikut terdampak, mulai dari penundaan, perubahan arah pengembangan, sampai kemungkinan yang lebih berat yaitu pembatalan proyek secara keseluruhan.

Ada hal lain yang juga penting, yaitu soal aset dan brand. NetEase kabarnya memberi peluang bagi Nagoshi Studio untuk berjalan secara independen. Meski begitu, studio hanya bisa membawa aset dan identitas proyek jika mampu membayar jalan keluarnya. Kondisi seperti ini membuat proses transisi jadi tidak sederhana, karena persoalannya bukan cuma soal operasional, tetapi juga soal kepemilikan hasil pengembangan yang sudah berjalan.

Sinyal perubahan di industri game

Kasus ini bisa dibaca sebagai sinyal bahwa industri game sedang masuk ke fase yang lebih hati-hati. Beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan besar terlihat agresif mendanai studio baru, termasuk studio yang dipimpin kreator ternama. Sekarang situasinya mulai berubah. Biaya produksi naik, target pasar makin menantang, dan publisher makin ketat menghitung potensi hasil dari setiap proyek.

Nama besar memang tetap punya nilai, tetapi itu tidak selalu cukup untuk menjaga proyek tetap aman. Publisher tetap akan melihat progres, kebutuhan dana, dan peluang komersial secara realistis. Kondisi inilah yang tampaknya sedang dihadapi Nagoshi Studio saat ini.

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini