Netflix mengejutkan dunia gaming dengan menutup Team Blue, studio internal yang sebelumnya dibentuk untuk menciptakan “next big thing” di industri game. Penutupan ini menimbulkan pertanyaan tentang arah baru yang akan diambil Netflix dalam ambisi mereka di dunia gaming.

Team Blue dan Perubahan Arah Strategi Netflix

Team Blue dibentuk pada 2022 sebagai langkah besar Netflix untuk memperkuat posisinya di industri game, dengan menggandeng nama-nama besar seperti Chacko Sonny, mantan eksekutif Overwatch, sebagai kepala studio. Studio ini dirancang untuk menggarap proyek ambisius yang diharapkan bisa menciptakan dampak besar, mengangkat Netflix sebagai pemain utama dalam gaming.

Namun, laporan dari Gamefile menyebutkan bahwa ambisi besar Netflix di dunia gaming tampaknya “tergelincir,” dan akhirnya memutuskan untuk menutup Team Blue. Dengan perubahan ini, Netflix kini berada di bawah kepemimpinan Alain Tascan, presiden baru divisi gaming. Fokus perusahaan kini beralih ke pengembangan game berbasis Intellectual Property (IP) mereka, seperti Squid Game dan Virgin River Christmas, langkah yang lebih strategis dalam menciptakan ekosistem hiburan yang terintegrasi dengan layanan streaming Netflix.

Kesuksesan di Game Mobile dan Rencana Masa Depan

Walaupun Team Blue harus ditutup, Netflix masih meraih kesuksesan di sektor game mobile. Oxenfree 2: Lost Signals dan Grand Theft Auto Trilogy menjadi bukti keberhasilan mereka dalam menarik minat pengguna, bahkan dipuji oleh CEO Take-Two, Strauss Zelnick. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai “kesuksesan besar” yang berhasil dengan cepat mencapai tingkat pemasangan dan keterlibatan yang tinggi di platform Netflix.

Kesuksesan ini menunjukkan bahwa Netflix memiliki peluang besar di ranah mobile gaming. Dalam rencana ke depan, Netflix akan memperkuat portofolio gamenya dengan proyek berbasis IP mereka, termasuk Monument Valley 3, yang akan dirilis secara eksklusif di platform Netflix. Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan Netflix yang lebih fokus pada IP internal, menghadirkan pengalaman gaming yang lebih imersif dan terkait langsung dengan konten populer di platform mereka.

Apakah Ini Menandakan Netflix Mengurangi Fokus di Industri Game?

Penutupan Team Blue, bersama dengan pergantian kepemimpinan, menggambarkan perubahan dalam strategi gaming Netflix. Co-CEO Netflix, Gregory Peters, menyatakan bahwa perusahaan kini sangat antusias dengan pengembangan game berbasis IP mereka sendiri, termasuk konten populer seperti Squid Game dan proyek Virgin River Christmas. Hal ini menunjukkan bahwa Netflix beralih dari ambisi besar untuk menciptakan game independen menuju pengembangan game yang lebih terhubung dengan ekosistem hiburan mereka.

Stephen Totilo dari Gamefile menyampaikan di X bahwa penutupan Team Blue adalah ‘tanda yang jelas bahwa pemimpin baru menarik diri dari satu taruhan besar.’ Ia menambahkan bahwa Netflix masih memiliki studio-studio game lain yang tetap beroperasi, dan para eksekutif perusahaan tampak antusias pada target pertumbuhan serta pengembangan game yang terhubung dengan serial atau film di platform mereka.

Penutupan Team Blue memperlihatkan perubahan besar dalam strategi gaming Netflix, tetapi ini bukanlah akhir dari ambisi mereka di industri game. Melalui pendekatan baru yang berfokus pada game berbasis IP, Netflix masih memiliki peluang untuk sukses dengan menciptakan pengalaman hiburan yang unik dan terintegrasi bagi para penggunanya. Langkah ini membuka kemungkinan bagi Netflix untuk mengembangkan ekosistem yang saling melengkapi antara game dan konten streaming, memberikan pengalaman yang lebih kaya dan imersif di masa depan.

Source: Game File Via PC Gamer

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini