Persona 5: The Phantom X (P5X) sudah genap enam bulan hadir secara global, dan perjalanan awalnya jauh dari mulus. Versi global game ini sempat dikritik karena dianggap tertinggal dibanding versi Tiongkok, terutama soal sistem reward dan gacha. Dalam wawancara dengan PC Gamer, tim Sega dan Atlus mengakui berbagai masalah tersebut dan menjelaskan bagaimana feedback pemain kini menjadi pusat arah pengembangan P5X.
Awal Rilis Penuh Kritik
Rilis global P5X langsung dibandingkan dengan versi Tiongkok dan Asia yang lebih dulu hadir. Banyak pemain merasa distribusi reward di versi global terasa lebih terbatas, sementara standar di dunia game gacha sudah cukup tinggi. Ketika Umamusume: Pretty Derby versi global rilis hanya sehari lebih awal dan langsung menarik perhatian, posisi P5X semakin terasa berat.
Operations director Yuta Sakai mengatakan bahwa tim melakukan banyak penyesuaian untuk versi Jepang dan Inggris, terutama di sisi quality-of-life dan fitur tambahan bagi pemain baru. Sebagian perubahan ini dianggap membantu, tapi sebagian lain justru memicu keluhan. Sakai menyebut bahwa tim akhirnya harus melihat ulang sejumlah keputusan setelah melihat respons pemain, terutama dari komunitas Barat yang cukup vokal.
Sistem Gacha Dan Reward Mulai Dirombak
Salah satu perubahan paling terasa adalah perbaikan di sistem gacha. Banner tertentu kini memberikan jaminan karakter setelah 110 pulls, sebuah langkah yang mendekati standar pity di berbagai game gacha populer lain. Untuk pemain yang sempat ragu menghabiskan resource, perubahan ini memberi rasa kepastian lebih besar.
Reward dari tugas harian dan mingguan juga ditingkatkan. Pemain yang terus login dan menyelesaikan misi rutin sekarang memperoleh keuntungan lebih jelas. Keputusan ini muncul setelah enam bulan pertama di mana banyak pemain bertahan sambil terus menyampaikan kritik, bukannya langsung meninggalkan game. Umpan balik di masa awal tersebut menjadi dasar tim pengembang untuk mengubah ekonomi dalam game agar terasa lebih wajar dan tidak terlalu membebani.

Update Global Dan Tiongkok Disatukan
Selain masalah ekonomi game, Sega dan Atlus juga berusaha menyatukan langkah pengembangan antara versi global dan Tiongkok. Development producer Jun Matsunaga menjelaskan bahwa workflow internal diubah agar update besar bisa rilis serentak di kedua region. Langkah ini pertama kali diwujudkan melalui update half-anniversary yang menghadirkan Justine dan Caroline sebagai karakter playable.
Keduanya adalah Velvet Room attendant yang sangat ikonik di seri Persona. Atlus memberi izin agar mereka digunakan sebagai karakter global untuk pertama kalinya. Bagi penggemar Persona yang lebih familier dengan seri utama di console dan PC, kehadiran karakter penting seperti ini memberi sinyal bahwa P5X diperlakukan serius sebagai bagian dari ekosistem Persona, bukan sekadar spin-off sampingan.
Masa Depan P5X Di Mata Pengembang
Chief producer Yohsuke Uda menyampaikan terima kasih pada pemain yang bertahan selama enam bulan pertama meski kondisi awal belum ideal. Ia menegaskan bahwa tim akan terus mendengar feedback dan memakainya sebagai dasar pengembangan ke depan. Fokusnya adalah membawa P5X ke standar yang lebih sesuai dengan ekspektasi pemain gacha masa kini.
Untuk pemain yang sempat mencoba P5X di awal lalu mundur karena isu reward atau gacha, kondisi game saat ini sudah cukup berbeda dibanding hari pertama rilis. Sistem pity yang lebih jelas, reward rutin yang meningkat, serta update simultan dengan versi Tiongkok menunjukkan arah pengembangan yang lebih terkoordinasi. Bagi penggemar Persona yang penasaran dengan adaptasi seri ini ke format game gacha, enam bulan pertama P5X menjadi contoh bagaimana suara komunitas bisa memaksa perubahan yang cukup signifikan.





























