Game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii sudah resmi dirilis dan mendapatkan respon yang sangat baik di antara para gamers. Hal tersebut dapat dilihat dari halaman Steam yang memperlihatkan rating “mostly positive” untuk game ini, setidaknya saat artikel ini ditulis.
Tidak hanya itu, kami juga memberikan skor 4.2/5 untuk Game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Bagi kami, gami ini adalah langkah berani bagi Ryu Ga Gotoku (RGG) Studio dalam mengeksplorasi tema bajak laut tanpa mengorbankan identitas khasnya. Kembalinya sistem combat beat-‘em-up, game ini menghadirkan nostalgia sekaligus inovasi dalam sistem pertarungan.
Baca juga: Review Game, Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii
Mengapa kami sebut Game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii adalah keputusan yang sangat berani dari RGG Studio? Karena menggabungkan tema bajak laut, yakuza, dan dunia modern di Hawaii bukan perkara mudah. Bahkan mungkin hanya RGG Studio yang bisa melakukannya.
Pertanyaan selanjutnya, bagamana bisa RGG Studio terpikirkan mengangkat semua tema itu dan memformulasikannya ke dalam sebuah game Like A Dragon?
Pada acara peluncurannya di Jakarta, PlayEatSleep berkesempatan untuk menanyakan hal tersebut secara langsung kepada Chief Producer RGG Studio, Hiroyuki Sakamoto. Dalam wawancara yang berlangsung cukup singkat tersebut, Sakamoto mengatakan bahwa kuncinya adalah bagaimana menghadirkan game yang menarik untuk dimainkan.

Resep Rahasia: Buat Game yang Seru untuk Dimainkan!
Kepada awak media, Sakamoto menjelaskan bahwa Game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii dirancang sebagai game yang seru dan menyenangkan untuk dimainkan. Resep tersebut pun dikatakannya telah menjadi standar bagi semua seri Like A Dragon.
“Apapun game-nya, harus seru dan menyenangkan,” ujar Sakamoto. “Apa yang diinginkan oleh fans memang penting, tetapi itu tidak selalu menjadi patokan utama kami. Itu sudah jadi standar kami.”
Apa yang dikatakan Sakamoto tersebut memang terlihat sangat jelas di Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii. Dalam review, kami bahkan mengatakan bahwa sistem pertempuran laut (naval combat) di dalam game ini sangat simpel, straightforward, namun tetap seru.
Kenapa Pirate Yakuza?
Saat ditanya mengapa memilih tema bajak laut dan yakuza di Hawaii, Sakamoto menjawab bahwa keputusan tersebut diambil mengingat posisi game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii adalah sebagai spin-off yang ditempatkan setelah game Like A Dragon: Infinite Wealth yang sama-sama berlokasi di Hawaii.
Mengingat karakter utamanya adalah Goro Majima, tim RGG Studio pun memutuskan menggunakan tema bajak laut yang sangat cocok dengan kharismanya. Tentu saja karena menggunakan tema bajak laut, mustahil untuk tidak menghadirkan mini game dan mekanisme khusus yang berkaitan langsung dengan aksi bajak laut. Ya, naval combat!
Sakamoto juga mengatakan ada tantangan lain saat mengembangkan Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii yang menggunakan tema bajak laut. Salah satunya adalah sudah banyaknya game bertemakan bajak laut.
“Kami menambahkan fitur unik di game ini, misalnya kapal yang bisa dikustomisasi secara mendalam dan kru yang dapat ditempatkan di kapalnya,” jelas Sakamoto.
Selebihnya, rintangan utama dalam pengembangan game Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii lebih ke waktu pengembangannya yang sempit. Meski demikian, Sakamoto tetap merasa bangga dengan game terbarunya kali ini.
Game yang Bisa Dinikmati Semua
Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii bukan merupakan seri Like A Dragon yang pertama dan mungkin ada gamers yang merasa terintimidasi karena belum pernah memainkan seri game ini sebelumnya. Namun Sakamoto menegaskan kepada para gamers untuk tidak perlu khawatir karena Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii bisa dinikmati oleh semua gamers.
“Gamers tidak perlu khawatir karena kami merancang game ini agar mudah dimainkan dan dimengerti oleh semuanya. Bahkan yang sama sekali belum pernah memainkan seri Like A Dragon sebelumnya,” jelas Sakamoto.
Tidak hanya itu, tim RGG Studio bahkan sengaja tidak menamai seri Like A Dragon mereka dengan angka karena khawatir gamers merasa dipaksa untuk memainkan game sebelumnya. Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii bahkan bisa jadi game pertama mereka untuk mengeksplorasi cerita lainnya di seri Like A Dragon.
Game Like A Dragon Selanjutnya?
Terakhir, apakah karakter lain di seri Like A Dragon juga akan mendapatkan game spin-off seperti Goro Majima di Like A Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii? Sakamoto hanya menjawab dengan santai bahwa ia dan timnya belum memikirkan hal tersebut.
Meski demikian, Sakamoto menegaskan bahwa setiap seri game Like A Dragon selalu mengangkat tema di zaman tertentu, bukan karakter.
“Hal yang perlu saya sampaikan adalah game Like a Dragon selalu dibuat mengikuti zaman dan trend. Jadi kami lebih fokus dalam mengikuti zaman dibandingkan melihat karakternya,” jelas Sakamoto.
Menurit kalian, kira-kira tema apa yang cocok untuk seri game Like A Dragon selanjutnya?






























