Sejumlah hacker dilaporkan telah berhasil menyerang Rainbow Six Siege. Serangan yang terjadi akhir pekan lalu tersebut pun berujung pada keputusan keras dari Ubisoft, yaitu mematikan seluruh game untuk sementara. Langkah ini diambil setelah hacker diduga berhasil mengacaukan sejumlah fungsi inti game hingga situasinya sulit dikendalikan tanpa menghentikan layanan sepenuhnya.
Kronologi Singkat Serangan
Insiden terjadi pada akhir pekan, ketika pemain mulai melaporkan hal-hal aneh di dalam game. Rainbow Six Siege yang sepenuhnya bergantung pada server tanpa mode campaign otomatis menjadi tidak bisa dimainkan ketika server dimatikan. Tidak ada konten offline yang bisa diakses pemain sambil menunggu perbaikan.
Laporan yang dirangkum oleh Bleeping Computer menyebut attacker berhasil mengendalikan sistem ban pemain, termasuk membatalkan ban. Pesan pop-up ban yang biasanya tampil serius diubah menjadi semacam meme ticker, menayangkan lirik lagu “It Wasn’t Me” milik Shaggy. Situasi ini membuat ruang game terasa sepenuhnya dikuasai pihak luar.
Ekonomi In-Game Kacau Balau
Dampak paling besar terasa di ekonomi in-game. Para hacker diduga mendistribusikan sekitar 2 miliar kredit kepada pemain, bersama jumlah renown yang sangat besar. Semua skin dan item kosmetik dikabarkan terbuka untuk semua pemain, menghapus rasa progres dan kelangkaan yang biasanya menjadi fondasi ekonomi live service.
Tim Rainbow Six Siege kemudian mengumumkan langkah rollback terhadap seluruh transaksi sejak pukul 11.00 UTC. Pemain yang terlanjur menggunakan kredit “gratis” tersebut disebut tidak akan kena ban, tetapi pembelian yang terjadi dalam rentang waktu terdampak akan dibatalkan. Keputusan ini secara praktis menyelamatkan struktur ekonomi game, namun menghapus juga aktivitas sah pemain selama beberapa jam.
Dugaan Pembobolan Lebih Luas ke Sistem Ubisoft
Akun VX-Underground di X menyebut insiden di Rainbow Six Siege terjadi bersamaan dengan dugaan infiltrasi yang lebih luas ke sistem Ubisoft. Rumornya mencakup kemungkinan pencurian proprietary code dan potensi kebocoran data pengguna. Sampai artikel ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari Ubisoft soal sejauh mana sistem internal terkena dampak.
Pernyataan publik Ubisoft sejauh ini fokus pada proses rollback, pengujian kualitas, serta upaya menjaga integritas akun. Mereka menegaskan pesan ban ticker yang muncul bukan berasal dari update resmi, karena fitur tersebut sudah dimatikan sebelumnya. Tim pengembang menyebut masalah ini sedang ditangani dengan sangat hati-hati, sehingga waktu pemulihan penuh belum bisa dijanjikan.





























