Ketika menyebut nama ATLUS, sebagian besar gamers pasti mengasosiasikan developer game asal Jepang tersebut dengan seri game Persona. Wajar memang, karena kedua game tersebut adalah game besutan ATLUS yang paling populer. Bahkan saya yakin tidak ada penggemar JRPG yang tidak tahu apa itu Persona.

Namun tahukah kamu kalau ada banyak game lain yang juga dikembangkan oleh ATLUS? Game seperti Soul Hackers 2, Etrian Odyssey, dan Radiant Historia: Perfect Chronology merupakan sedikit dari puluhan game yang sudah berhasil dikembangkan oleh ATLUS. Meski demikian, nama ATLUS tetap diasosiasikan dengan Persona.
Tentu ATLUS harus bisa meyakinkan para gamers bahwa mereka juga punya game-game lain yang tidak kalah seru dan menarik. Salah satu caranya adalah membuat game yang bisa menjadi “the next Persona” dan game itu menurut saya adalah Metaphor: ReFantazio.
Metaphor: ReFantazio adalah sebuah JRPG dengan sistem battle turn-based mirip dengan seri Persona, namun mengusung latar belakang cerita dunia medieval fantasy sehingga membuatnya sangat unik dan berbeda. Ya, kali ini kamu tidak akan berperan sebagai remaja sekolah di Jepang.
Namun itulah yang membuat Metaphor: ReFantazio, karena premis dari game ini adalah menghadirkan sesuatu yang benar-benar segar tanpa meninggalkan ciri khas game-game ATLUS secara keseluruhan.

Cerita Baru yang Menjanjikan
Metaphor: ReFantazio menggunakan latar belakang cerita di sebuah dunia medieval fantasy, tepatnya di United Kingdom of Euchronia yang sedang memasuki masa krisis. Kamu akan berperan sebagai seorang anak laki-laki yang diutus untuk menyelamatkan pangeran kerajaan yang dikutuk dan sedang dalam kondisi kritis. Satu-satunya cara untuk menyelamatkan sang pangeran adalah mencari cara bagaimana memecahkan kutukannya.
Tentunya sebagai bocah yang masih berusia muda, mencari cara memecahkan kutukan yang membuat pangeran kerajaan menjadi kritis bukanlah hal mudah. Apalagi kamu adalah bagian dari ras Elda yang sering mendapatkan diskriminasi di antara masyarakat United Kingdom of Euchronia.
Dari sinilah perjalanan petualangan kamu di Metaphor: ReFantazio dimulai. Sama seperti seri Persona, di Metaphor: ReFantazio kamu juga akan bertemu dengan berbagai teman yang masing-masing memiliki karakter serta kemampuan unik.

Bersama mereka, kamu diminta untuk menyembuhkan pangeran kerajaan dari kutukan, mengungkap misteri pembunuhan raja, serta menyelamatkan kerajaan dari keterpurukan akibat konsestasi perebutan tahta yang telah memakan banyak korban.
Bagi saya, alur cerita Metaphor: ReFantazio memang terasa baru dan segar. Saya juga sangat mengapresiasi ATLUS yang berani keluar dari zona nyaman untuk menghadirkan cerita ini. Meski saya tidak bisa bercerita banyak mengenai plot ceritanya, namun selama kurang lebih 12 jam gameplay, saya merasa cukup puas meski kadang merasa beberapa dialognya sedikit membosankan.
PS: Game ini juga memiliki plot twist yang cukup menarik di ceritanya.
Satu hal yang paling membuat saya penasaran dari cerita Metaphor: ReFantazio adalah siapa itu Gallica. Sejak awal game, Gallica merupakan peri yang selalu mengikuti karakter utama ke manapun ia pergi. Gallica juga yang menjadi penunjuk jalan serta asisten sang karakter utama.

Sama seperti karakter utama, Gallica merupakan bagian dari ras peri yang sering mendapatkan diskriminasi. Bahkan tidak semua orang bisa melihatnya. Orang-orang yang bisa melihat Gallica selalu mengatakan bahwa mereka mengira ras peri sudah punah. Mengetahui latar belakang cerita Gallica dan ras peri lainnya akan menjadi momen yang sangat menarik di dalam game ini.
Mekanisme Gameplay Baru dengan Rasa Lama
Hal menarik yang saya rasakan saat memainkan Metaphor: ReFantazio adalah bagaimana game ini bisa menyajikan mekanisme gameplay baru namun dengan rasa lama yang mirip dengan seri Persona.
Metaphor: ReFantazio masih menggunakan sistem battle turn-based, yang artinya kamu dan musuh akan bergiliran melakukan aksi saat bertarung. Bedanya, kali ini tidak ada persona maupun daemon yang bisa diajak untuk ikut bertarung. Sebagai gantinya, game ini memperkenalkan sistem Archetype.

Sistem Archetype mirip sistem class di MMORPG dan terdiri dari berbagai macam jenis mulai dari Scout, Healer, Knight, Mage, hingga Warrior. Menariknya, kamu bisa memilih dan mengganti Archetype untuk tiap-tiap karakter. Misalnya, kamu bisa membuat Strohl (salah satu karakter awal di game) untuk menggunakan Archetype Knight jika ingin ia menjadi tanker atau menggunakan Mage jika ingin menjadi damage dealer jarak jauh.
Sistem Archetype ini membuat strategi pertempuran menjadi lebih dinamis. Salah satu contohnya adalah ketika saya ditugaskan untuk menghabisi seorang necromancer. Di dalam dungeon tempat saya ditugaskan, terdapat monster yang efektif terhadap serangan fisik dan elemen light. Namun ada juga satu monster yang immune terhadap serangan fisik dan lemah terhadap elemen wind.
Berdasarkan informasi tersebut, saya mengatur tiap-tiap anggota party dengan Archetype yang spesifik sehingga bisa menaklukkan dungeon tersebut dengan lebih mudah.

Tentu saja semuanya tidak akan semudah itu karena untuk membuka Archetype tertentu di sebuah karakter, kamu harus memiliki sejumlah Mag yang hanya bisa didapatkan dari pertarungan atau menukarkan sejumlah uang di pasar gelap. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan Mag memang hanya dengan bertualang ke dungeon. Masalahnya adalah kamu akan menghabiskan waktu setengah hari untuk masuk ke dalam dungeon dan waktu adalah salah satu elemen yang paling harus kamu perhatikan saat memainkan game ini.
Mengapa saya bisa mengatakan Metaphor: ReFantazio masih memiliki rasa yang serupa dengan Persona? Salah satunya adalah sistem kalender yang khas. Metaphor: ReFantazio kembali menghadirkan sistem kalender lengkap dengan deadline-nya, jadi kamu tidak bisa sembarangan melakukan grinding. Jika deadline-nya terlewat dan kamu belum menyelesaikan misinya, maka misi akan gagal dan bisa berujung ke game over.
Status karakter juga merupakan elemen yang kembali dibawa dari seri Persona ke Metaphor: ReFantazio. Karakter utama di Metaphor: ReFantazio memiliki status seperti Courage, Wisdom, Tolerance, Eloquence, dan Imagination. Kelimanya harus diasah supaya kamu bisa memenangkan ajang perebutan tahta kerajaan.
Selain itu, ada misi-misi tertentu yang hanya bisa diakses jika kamu memiliki status yang cukup. Di awal game misalnya, kamu hanya bisa menerima quest dari Igniter Merchantess jika Wisdom kamu ada di level 2 atau “informed”. Tentu saja kamu akan mengorbankan waktu setengah hari untuk menaikkan status-status tersebut. Jadi tetap perhatikan kalender dan pastikan misi utama tetap menjadi prioritas.

Grafis Keren
Grafis merupakan salah satu keunggulan Metaphor: ReFantazio, khususnya pada sisi antarmuka atau UI. Maish ingat dengan UI di Persona 3 Reload yang menggabungkan elemen modern minimalis dan desain yang “bold”? Metaphor: ReFantazio memang tidak menampilkan UI yang serupa tapi masih sama-sama menggunakan elemen animasi, desain, dan interaksi yang sangat keren.
Coba saja perhatikan beberapa screenshot dari elemen UI Metaphor: ReFantazio di bawah ini.




Sudah jelas bahwa ATLUS tampaknya memberikan perhatian lebih terhadap setiap elemen UI-nya. Yang mengagumkan adalah bagaimana UI tersebut terlihat memiliki banyak elemen namun gamers seperti saya dapat dengan mudah melakukan navigasi dan mengerti fungsi dari setiap lapisan UI-nya.
Metaphor: ReFantazio sendiri pada dasarnya menggunakan grafis 3D cell shading yang dilengkapi dengan berbagai efek modern. Jika diperhatikan lebih mendalam, kamu bisa melihat bahwa di beberapa wilayah sering terlihat seperti efek partikel bersinar dan membuat game ini lebih terasa atmosfer-nya.
Metaphor: ReFantazio juga memiliki desain dungeon dan area yang sangat artistik dan memiliki grafis yang memanjakan mata. Mulai dari kastil yang rusak karena diserbu monster, hutan belantara, gua bawah tanah, hingga ibu kota kerajaan yang memiliki beragam distrik. Semuanya direpresentasikan dengan sangat baik dan tidak terasa membosankan.

Alasan Kenapa Kamu Harus Main
Metaphor: ReFantazio merupakan sebuah JRPG yang meski sekilas terlihat generik, namun sama sekali tidak membosankan dan terasa fresh saat memainkannya. Berbagai elemen disajikan secara detail dengan nuansa baru yang tetap mempertahankan identitasnya bahwa ATLUS adalah pengembang game ini.
Bagi penggemar Persona, game ini adalah seri yang tidak boleh kamu lewatkan. Semua ciri khas ATLUS ada di dalam game ini namun disajikan secara lebih baik berkat grafis modern dan nuansa fantasi yang baru.
Metaphor: ReFantazio
Summary
Metaphor: ReFantazio merupakan sebuah JRPG yang sama sekali tidak membosankan dan terasa fresh saat memainkannya. Ini bukanlah game Persona versi baru, tetapi bisa dikatakan sebagai saudara dekat yang punya fitur lebih modern.
































