Ghost of Yotei bisa dibilang merupakan sebuah game yang membawa ekspektasi yang sungguh berat. Sekuel ini sudah ditunggu-tunggu oleh para penggemar game seputar “samurai”. Setelah kesuksesan seri pertamanya, yaitu Ghost of Tsushima, Sucker Punch Production secara tidak langsung mengkonfirmasi “Ghost” yang menjadi IP yang akan dilanjutkan dengan berbagai cerita lain. Tentu pertanyaan klasik yang ditanyai oleh fans-nya sendiri adalah: Apakah layak? Meskipun Ghost of Tsushima tidak luput dari beberapa kekurangan, namun kesuksesannya berakar dari pengalaman menjadi samurai yang cukup realistis dan sinematik.

Setelah melakukan eksplorasi selama lebih dari 50 jam in-game serta menyelesaikan seluruh achievement menjadi platinum di PS5, Ghost of Yotei secara umum bisa digambarkan oleh frasa “don’t fix what’s not broken” atau jangan memperbaiki apa yang tidak rusak.

Cerita baru yang familiar namun menyegarkan

Ghost of Yotei menyajikan karakter baru bernama Atsu dengan latar belakang di Hokkaido. Judul “Yotei” tepatnya mengacu kepada Gunung Yotei yang berada di tempat tersebut, yang menjadi suatu latar belakang ikonik di mana cerita Atsu berasal. Cerita Ghost of Yotei ini sendiri berada sekitar 300 tahun setelah seri Ghost of Tsushima, sehingga tidak ada hubungan “ghost” antara seri pertama dan kedua, meskipun terdapat easter egg dari seri pertama yang cukup tersembunyi.

Ghost of Yotei (Sucker Punch)
Ghost of Yotei (Sucker Punch)

Cukup dapat ditebak bahwa plot cerita utama dari Ghost of Yotei ini akan “berbumbu” tentang balas dendam. Dalam sinopsis resminya, Atsu yang telah beranjak dewasa, sekitar 16 tahun sejak kematian keluarganya, mencari 6 figur misterius di balik peristiwa tragis tersebut. Awalnya saya pun cukup skeptis, dikarenakan tema balas dendam bukanlah hal yang baru, namun Ghost of Yotei menyajikan ceritanya dengan cukup baik dan sinematik. Ghost of Yotei memiliki alur cerita yang tidak begitu mudah ditebak, meskipun target-targetnya sudah jelas. Hal ini sebenarnya sedikit banyak didukung oleh alur cerita yang terlihat linear dibandingkan open world yang dijanjikan studio. Memang, kita dapat melakukan eksplorasi sesuka hati, namun cerita utama akan mentok pada suatu fase sebelum kita menyelesaikan cerita utama lainnya.

Secara garis besar, alur cerita dan permainannya cukup terasa sangat familiar seperti Ghost of Tsushima. Ini bisa jadi poin menarik maupun minus, karena ada saja pemain yang memiliki ekspektasi bahwa dua game ini harusnya memiliki cerita yang sangat-sangat berbeda. Tetapi ini dapat diperdebatkan, dikarenakan dapat disimpulkan bahwa Sucker Punch Studios memang berniat untuk menjaga konsistensi IP “Ghost” untuk seri-seri baru ke depannya. Pertanyaannya kemudian: Seberapa lama formula ini dapat bertahan?

Lebih banyak senjata = lebih banyak cara bermain

Seperti yang telah diperlihatkan pada beberapa video dalam kanal YouTube PlayStation, dalam Ghost of Yotei, Atsu menggunakan berbagai macam senjata yang efektif untuk melawan senjata tertentu musuh. Pendekatan ini diambil cukup berbeda dari Ghost of Tsushima di mana “stance” atau kuda-kuda menjadi pembedanya. Kreativitas ini dapat diapresiasi dan juga eksekusinya terlihat baik. Baik katana, kusarigama, yari, dual katana, maupun odachi, pemain dipaksa untuk beradaptasi untuk menyesuaikan gaya bermainnya. Selain itu, Atsu juga dibekali begitu banyak senjata quickfire yang melengkapi gaya bermain Atsu yang cukup liar (tapi bisa seperti ninja).

Ghost of Yotei (Sucker Punch)
Ghost of Yotei (Sucker Punch)

Satu hal yang saya juga perlu apresiasi adalah efektivitas senjata yang tidak terlalu eksklusif. Maksudnya, pemain juga tetap dapat menggunakan jenis senjata yang disukai untuk melawan berbagai macam musuh. Ini tidak seperti Ghost of Tsushima, di mana tanpa stance yang cocok, rasanya hampir mustahil bisa memberikan damage kepada musuh. Contohnya, odachi dengan ukurannya yang begitu besar, tetap bisa digunakan untuk melawan musuh berpostur besar maupun kecil, bahkan ada beberapa skill yang mendukung penggunaan ini. Hal ini membuat kreativitas pemain tetap berjalan dengan semestinya. Tentu, ada satu armor yang ternyata mendorong penggunaan senjata yang tepat, tapi hanya satu dari sekian banyak opsi. Berdasarkan pengalaman saya sendiri, terutama pada fase melawan boss, jarang sekali kita dapat menggunakan senjata yang menjadi peruntukkannya, malahan sebaiknya menggunakan senjata yang menjadi zona nyaman pemain.

Pengaman bermain yang imersif dan bermakna

Bukan namanya seri “Ghost” jika tidak dilengkapi dengan pengalaman bermain yang begitu imersif. Pertama, imersif dalam hal dunia. Seperti seri pertama, pengalaman dengan Atsu menunggangi kuda melewati padang penuh dengan bunga dan hutan berwarna merupakan sebuah pengalaman yang cukup unik dan cukup mendorong pemain untuk melakukan eksplorasi dunia terbuka. Meskipun dilengkapi dengan map yang relatif sedikit lebih kecil dibandingkan seri pertamanya, berbagai macam aktivitas membuat pengalaman bermain terasa lebih optimal.

Salah satu kritik pada Ghost of Tsushima yang diperbaiki pada Ghost of Yotei adalah dalam segi side quest. Pada Ghost of Tsushima, side quest rata-rata cukup monoton dan tidak begitu menambah banyak makna, kecuali pada karakter tertentu. Pada Ghost of Yotei, aspek open world yang lebih diperlihatkan, membuat tantangan baru untuk mengisi dunia dengan peristiwa yang tidak sekadar “ada” saja. Baik side quest yang major maupun minor sekalipun, tidak ada yang terasa begitu monoton. Ditambah lagi, kita diperkenalkan pada sistem bounty di mana kita dapat menjadi seorang mercenary, namun menariknya setiap misi pembunuh bayaran ini memiliki background cerita yang cukup unik, meskipun tentunya hampir semua bertema seputar pembunuhan.

Ghost of Yotei (Sucker Punch)
Ghost of Yotei (Sucker Punch)

Ditambah lagi, dengan berbagai macam senjata baru yang diperkenalkan, pemain tetap dapat merasakan sensasi pertarungan yang terasa begitu dekat. Saya rasa ini juga dilengkapi oleh integrasi dengan controller DualSense, sehingga pertarungan pedang pun terasa sangat imersif.

Kesimpulan

Ghost of Yotei, yang merupakan sekuel dari game terkenal Ghost of Tsushima, kembali berhasil memberikan pengalaman “samurai” yang imserif dan lebih baik dari seri sebelumnya. Apa yang membuat seri ini menjadi ikonik, tetap dipertahankan, sembari memperbaiki aspek-aspek yang membuat pengalaman bermain menjadi lebih lengkap.

Atsu, sebagai karakter utama yang membawa obor sekuel, juga memiliki cerita yang cukup meyakinkan meskipun mengambil jalur interpretasi “ghost” yang berbeda dibanding seri pertamanya.

Kelebihan

  • Cerita baru yang segar namun familiar
  • Mekanik baru termasuk lebih banyak senjata yang variatif namun imersif
  • Open world, namun masih memiliki linearitas untuk menuntun pemain

Kekurangan

  • Familiaritas dengan “Ghost of Tsushima” dapat menjadi poin minus bagi beberapa audiens
  • Terlalu banyak senjata dapat membuat permainan menjadi tidak fokus

Ghost of Yotei

Played on PlayStation 5

Gameplay
Feature
Story

Summary

Ghost of Yotei adalah sekuel dari seri “Ghost” oleh Sucker Punch Studios yang berhasil memberikan pengalaman bermain sebagai samurai yang lebih baik, dilengkapi dengan cerita yang tidak kalah seru dan mekanik yang cukup variatif.

4.5

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini