Bagaimana rasanya jika kamu tiba-tiba diseret ke dimensi lain saat pulang sekolah? Padahal kamu merasa bukan siapa-siapa, bukan orang penting, atau orang yang punya kemampuan khusus. Pokoknya ketika pulang sekolah dan sedang berjalan kaki ke rumah, kamu tiba-tiba di-teleport ke dunia lain dan tidak tahu bagaimana caranya pulang.

Itulah yang terjadi pada karakter utama yang kita mainkan di game Shin Megami Tensei V Vengeance. Berbeda dengan Persona 3: Reload yang sudah kita ulas sebelumnya, Shin Megami Tensei V Vengeance menghadirkan nuansa JRPG yang lebih kelam serta dibalut plot cerita yang kompleks.

Meski dengan berbagai kelebihan tersebut, Shin Megami Tensei V Vengeance bukanlah game untuk semua orang. Nuansa ceritanya yang sangat unik dan niche, desain karakter yang berbeda dari kebanyakan JRPG, serta mekanik game yang sedikit kompleks membuat game ini agaknya bakal lebih sulit diterima ketimbang saudaranya yaitu seri Persona.

Namun bukan berarti game ini perlu dihindari sepenuhnya. Ada banyak hal yang menarik dari Shin Megami Tensei V Vengeance yang bisa kamu coba.

Baca Juga: Review Granblue Fantasy: Relink, Wajib Main untuk Pecinta JRPG

Game Legendaris

Berbicara mengenai Shin Megami Tensei V Vengeance tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjangnya. Shin Megami Tensei V Vengeance adalah seri kelima dari game Shin Megami Tensei yang pertama kali dirilis pada tahun 1992.

Shin Megami Tensei pertama pun merupakan kelanjutan dari game Digital Devil Story: Shin Megami yang dirilis pada tahun 1987. Jadi Shin Megami Tensei memang pada dasarnya merupakan game legendaris yang basis penggemarnya sudah ada bahkan sejak sebelum saya lahir.

Berbeda dengan JRPG pada umumnya yang banyak mengangkat tema European Fantasy, Shin Megami Tensei justru menggunakan tema dunia modern yang kelam yang selalu dikaitkan dengan kehadiran iblis, dewa, serta monster. Shin Megami Tensei V Vengeance pun tentu meneruskan tradisi tersebut dan menurut saya fondasi ceritanya pun sangat solid.

Kembali ke Shin Megami Tensei V Vengeance, game ini merupakan versi rilis lanjutan dari Shin Megami Tensei V yang telah hadir pada tahun 2021. Game ini menawarkan satu jalur cerita baru yaitu “Vengeance Route” yang menjanjikan pengalaman yang sangat berbeda.

Sebagai tambahan, seri game Shin Megami Tensei sejauh ini telah dikembangkan dan memiliki beberapa game turunan. Salah satu seri game turunan Shin Megami Tensei yang paling populer tentu saja Persona.

Silahkan baca juga review kami mengenai Persona 3: Reload, jadi kamu bisa mengetahui dimana perbedaan dan persamaan kedua game ini.

Sembilan Jam di Prolog

Sedikit catatan untuk kamu yang ingin memainkan game ini, saya menyarankan supaya sabar dan ikuti ceritanya secara perlahan. Dahulukan pengertian konflik serta hubungan antar karakter yang terjadi di dalam game ini karena itu adalah nilai jual utama dari Shin Megami Tensei V Vengeance.

Jujur saya sendiri belum menamatkan game ini secara penuh. Meski demikian, sepanjang kurang lebih 20 jam saya cukup menikmati alur cerita game ini.

Satu hal yang tidak bisa saya lupakan dari Shin Megami Tensei V Vengeance adalah panjangnya bagian prolog dari game ini. Selama kurang lebih sembilan jam saya menghabiskan waktu di satu area map pertama yang isinya adalah memperkenalkan alur cerita serta mekanik gameplay dari Shin Megami Tensei V Vengeance.

Map dengan topografi kota Tokyo yang hancur dan menjadi gurun tersebut disajikan sangat luas dan memiliki cukup banyak side quest. Tentu saja saya mencoba semua side quest-nya yang berujung pada panjangnya waktu gameplay di map tersebut.

Meski demikian, saya juga menyarankan kamu untuk menyelesaikan side quest tersebut. Pasalnya, side quest di map pertama Shin Megami Tensei V Vengeance ini juga menunjukkan berbagai hal penting mengenai karakter, musuh, dan yang paling penting adalah mekanisme-mekanisme yang akan membantu kamu sepanjang petualangan.

Map perrtama memiliki latar belakang cerita yang cukup misterius. Beberapa mengatakan bahwa dunia yang sedang dikunjungi karakter utama ini adalah dunia para iblis, sementara ada yang mengatakan kalau dunia tersebut adalah Tokyo di masa depan.

Menariknya, tidak semua iblis ternyata musuh. Banyak iblis yang juga ikut membantu petualangan kamu dan beberapa bahkanmembutuhkan bantuan kamu.

Yang jelas selama ini iblis yang saya temukan semuanya memiliki sifat unik dan nyentrik. Ada yang tingkah dan tampilan fisiknya seperti anak-anak dan selalu ingin diajak bermain, ada pula yang selalu lapar dan hanya ingin makan saja.

Bagi yang jarang atau bahkan belum pernah menikmati cerita fantasi kelam, cerita Shin Megami Tensei V Vengeance bisa jadi akan terasa sangat kompleks karena banyak hal terjadi di dunia ini.

Meski demikian, cerita Shin Megami Tensei V Vengeance tetap tergolong sangat unik dan layak untuk disimak.

Baca Juga: Review Persona 3: Reload, Saatnya Melawan para Monster Kegelapan!

Mekanisme Gameplay Unik dan Menantang

Salah satu alasan kenapa saya cukup betah memainkan Shin Megami Tensei V Vengeance adalah karena mekanisme gameplay-nya. Game ini menggunakan mekanisme turn-base sebagai basis dari sistem pertempurannya dengan tambahan “bumbu unik” yang sangat khas.

Seperti turn-based JRPG lainnya, setiap karakter memiliki opsi untuk menyerang dengan skill atau serangan biasa. Setiap karakter juga memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, serta terafiliasi dengan elemen tertentu. Kurang lebih mirip dengan mekanisme gameplay yang ada di Persona 3 Reload.

Bedanya, Shin Megami Tensei V Vengeance memungkinkan kamu untuk “berteman” dengan musuh dan menjadikan mereka anggota dari party untuk melawan musuh-musuh lainnya. Hal tersebut membuat jumlah karakter yang bisa dimainkan di dalam game ini menjadi sangat banyak.

Tidak sampai di situ, musuh yang berhasil menjadi teman dan bisa digunakan untuk bertarung juga dapat “digabung” menjadi sosok monster yang lebih kuat. Menggabungkan dua monster menjadi sosok yang lebih kuat memang tidak bisa sembarangan dan ada syaratnya, namun tidak sulit.

Caranya cukup dengan bertemu dengan NPC tertentu dan membuka list monster apa saja yang bisa kita kombinasikan. Lagi-lagi prosesnya mirip dengan menggabungkan persona di Velvet Room di game Persona 3: Reload.

Fitur tersebutlah yang sebenarnya paling membuat saya betah di Shin Megami Tensei V Vengeance. Gara-gara fitur tersebut, saya menghabiskan 9 jam lebih di bagian prolog karena sebagaian besar waktu saya pakai untuk berburu monster.

Namun ada satu hal yang saya keluhkan dari game ini, yaitu musiknya. Berbeda dengan Persona 3: Reload, musik Shin Megami Tensei V Vengeance lebih terasa datar.

ATLUS mungkin ingin memberikan kesan yang lebih kelam ke dalam game ini melalui musiknya, sehingga dibuat sangat bertolak belakang dengan musik di seri game Persona. Namun musik Shin Megami Tensei V Vengeance tetap menjadi komponen yang paling membuat saya agak malas memainkan game ini.

Kesimpulan: Cerita Penuh Misteri dan Gameplay Menantang

Shin Megami Tensei V Vengeance mungkin adalah game yang sangat niche dan tidak untuk semua orang. Tema, desain karakter, cerita, dan semua elemen di dalamnya dirancang untuk gamer yang spesifik.

Namun bukan berarti game ini jelek. Bahkan saya bisa mengatakan kalau game ini punya mekanisme gameplay yang solid untuk sebuah JRPG sehingga patut untuk dicoba.

Kelebihan:

  • Plot cerita penuh misteri, unik, dan menarik untuk disimak.
  • Memiliki dua alur cerita yang sangat berbeda.
  • Mekanisme gameplay yang menantang.

Kekurangan

  • Musiknya terasa terlalu datar.

Shin Megami Tensei V Vengeance

Gameplay
Story
Feature

Summary

Shin Megami Tensei V Vengeance mungkin adalah game yang sangat niche dan tidak untuk semua orang. Namun bukan berarti game ini jelek. Bahkan game ini punya mekanisme gameplay yang solid untuk sebuah JRPG sehingga patut untuk dicoba.

4
Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini