Bayangkan Anda adalah seorang gadis exorcist yang dipanggil oleh gurunya untuk datang ke villanya di desa, alih-alih bertemu dengan sang guru ia malah harus menghadapi situasi penting di mana dunia biasa bergesekan dengan dunia spirit. Ya, ini adalah hal yang dialami oleh Yono, seorang gadis exorcist di game SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist ini. Dikembangkan oleh Developer WODAN, game ini merupakan judul kedua dalam indie game series project dari Publisher KADOKAWA Game Linkage dan ABC Animation.
Game strategic roguelike horror ini, didesain untuk dimainkan perlahan dan penuh akan pertimbangan untuk menyelesaikan suatu stage. Oleh karena itu, dengan kehadiran visual pixel art dan sound design yang sangat baik menghadirkan atmosfer mencekam. Dengan berbagai kombinasi ini memunculkan nostalgia terhadap game horror pada masa 16-bit hingga 32-bit. Dilengkapi dengan kacamata nostalgia ini kami pun mengeksplorasi apa saja yang ditawarkan oleh game ini, dan menemukan bahwa game ini sangat layak dimainkan walau memiliki tantangan yang cukup tinggi.
Kisah petualangan Yono di SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist
Pada suatu hari Yono dipanggil oleh guru exorcist-nya bernama Tsuchimikado untuk datang ke villanya di desa. Yono sampai di villa pada waktu senja dan merasakan ada hal yang aneh, villa terlalu sepi dan gurunya tidak menjawab walau dipanggil. Tanpa ragu Yono mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di villa ini. Ketika menjelajahi villa tersebut, kecurigaannya terbukti benar ia bertemu makhluk yang disebut dengan Mononoke, mungkin kalau di dalam bahasa Indonesia dapat disebut siluman.

Menghadapi makhluk-makhluk berbahaya ini, ia pun mengingat pelajaran dari guru dan kakaknya untuk mengatasi mereka. Berbekal dengan pengetahuan ini, ia pun harus menghadapi mononoke yang berbahaya dengan resource terbatas yang ada di villa. Di dalam game ini bisa dibilang penyampaian cerita bukanlah hal utama, akan tetapi lebih ke latar belakang untuk setting gameplay. Namun hal ini tidak mengurangi nilai cerita yang dihadirkan oleh game ini.
Bertahan hidup dari ancaman Mononoke
Sejatinya SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist adalah game dungeon crawler roguelike dengan tema horror dan unsur puzzle. Unsur dungeon crawler sangat terasa karena Yono harus bergerak dari ruangan ke ruangan yang dibatasi dengan pintu geser. Pemain tidak tahu apa yang akan ditemukan di balik pintu geser, bisa ruangan lain dengan item, ruangan perangkap, atau ruangan penuh akan Mononoke. Tidak seperti game horror pada umumnya, game ini tidak bergantung dengan jumpscare melainkan atmosfer dan suara.

Dengan sound design yang sangat baik, pemain dapat mendengar apakah ada Mononoke di balik pintu, dari mana arah dan jenisnya. Oleh karena itu pemain harus berpikir langkah apa yang akan diambil. Kami terlambat menyadari hal ini dan gagal menyelesaikan level awal yang dapat dibilang stage termudah. Bersenjatakan pengalaman ini kami pun mencoba ulang level tersebut dan menemukan mekanik-mekanik menarik pada stage perkenalan ini.
Yono dapat memancing Mononoke dari ruangan sebelah dengan cara memanggil dan menghindarinya dari jarak yang lebih aman. Pada saat menghindari Mononoke, kami berharap memiliki sprint button tetapi nyatanya tidak ada di game ini dan hal ini menambahkan ketegangan saat dikejar oleh Mononoke. Setiap level memiliki setting berbeda, akan tetapi dimulai dan selesai dengan hal yang sama. Yaitu mulai dengan masuk gedung saat senja dan selesai ketika Yono keluar dengan selamat dari gedung yang sedang diselidiki dan melihat matahari terbit.
Gunakan resource terbatas untuk bertahan hidup
Untuk bertahan hidup dan menyelesaikan level, pemain harus benar-benar memanfaatkan resource dan memilih bagaimana cara menghadapi ancaman Mononoke. Unsur puzzle dalam game ini muncul pada penggunaan item dan environment, serta menghafal letak musuh dan peta pada level. Kombinasi ini dapat membuat pemain harus mengulang sebuah level berkali-kali terutama pada story mode yang menjadikan game ini tidak untuk semua tipe pemain.
Dalam proses trial dan error untuk menyelesaikan level, kami kagum dengan mekanik-mekanik yang ada pada game ini. Contohnya dengan adanya interaksi sebuah item dengan environment yaitu penggunaan lilin untuk menyalakan lentera atau tungku api. Di mana pemain dapat mengecoh Mononoke untuk terbakar di tungku api dengan kombinasi ini. Ada juga ruangan pitfall yang bisa digunakan dengan cara memanggil atau mengecoh Mononoke untuk jatuh ke jebakan.

Pada sebuah ruangan kami juga bertemu dengan Mononoke yang berupa bola api dan terus mengikuti pemain, dan ternyata bisa digunakan untuk menyalakan lentera atau membakar pintu tersegel. Kombinasi mekanik-mekanik ini menambahkan lapisan baru untuk menyelesaikan sebuah level dan kami menemukannya sangat menarik.
Selain menggunakan environment, tersedia juga item yang dapat digunakan secara langsung untuk melawan Mononoke. Item ini berupa senapan dengan peluru terbatas untuk melawan Mononoke dari jarak jauh. Kemudian pada level lanjutan Yono dapat menggunakan kodachi, pedang untuk melawan Mononoke dari dekat. Kedua senjata utama ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang memberikan pemain pertimbangan risk and reward untuk diambil. Selain kedua senjata utama ini, pemain juga dapat menemukan beberapa jenis deployable trap, protection, dan healing item.
Visual dan sound SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist
Dari segi visual, sprite karakter, musuh, dan item menggunakan ilustrasi dan animasi pixel art. Sedangkan environment menggabungkan 3D dan animasi 2D. Selain itu, game ini juga dilengkapi ilustrasi ala visual novel pada saat eksposisi cerita dan dialog. Walau dengan penggabungan beberapa gaya, visual yang disajikan tetap terasa kohesif dan memanjakan mata. Developer juga memberikan beberapa detail kecil pada environment untuk membantu pemain untuk mengidentifikasi tantangan yang ada di ruangan berikutnya.

Dari segi sound, game ini memiliki sound design yang kuat mulai dari directional sound yang membantu pemain untuk mengidentifikasi tantangan. Ambience sound yang menaikkan ketegangan saat bermain hingga pengisi suara yang bagus. Selain itu juga ada beberapa background music yang bermain pada bagian tertentu dan mempersiapkan atmosfer pada bagian tertentu. Dengan kombinasi visual dan audio SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist menghadirkan pengalaman bermain imersif dan menghadirkan nostalgia yang mengingatkan kepada game era 16-bit hingga 32-bit.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist adalah game yang kami rekomendasi bagi penggemar genre dungeon crawler roguelike. Walau cerita yang disajikan terhitung sederhana, game ini menghadirkan pengalaman imersif yang menyegarkan. Dengan pace yang lambat, pemain perlu menyusun strategi untuk menyelesaikan berbagai tantangan dengan resource yang terbatas. Selain itu, game ini juga memiliki nilai replayability tinggi karena memiliki tiga mode games yang dapat diakses seiring perjalanan bermain.

Kelebihan
- Visual yang menarik dan kohesif yang memberikan kesan retro.
- Sound design yang kuat membuat pengalaman semakin imersif.
- Beragamnya desain Mononoke, item dan interaksinya dengan environment.
- Nilai replayability yang tinggi karena memiliki tiga mode games.
Kekurangan
- Learning curve yang tinggi serta pace yang lambat sehingga tidak untuk semua pemain.
- Beberapa hitbox tidak sesuai dengan sprite sehingga menyulitkan saat menghindari Monoke atau perangkap.
- Game ini kurang cocok dimainkan dalam satu sesi panjang karena terbagi menjadi berbagai level.
SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist
Summary
SHINONOME ABYSS The Maiden Exorcist merupakan game strategic roguelike horor yang berhasil menghadirkan pengalaman imersif. Dengan gameplay loop dan berbagai mekanik yang menarik, game ini hadir memberikan pengalaman segar di genre roguelike dan horror.





























