Kepergian Vince Zampella mengejutkan dunia game. Co-founder Infinity Ward dan pendiri Respawn Entertainment ini meninggal dalam kecelakaan mobil di kawasan utara Los Angeles pada usia 55 tahun. Di balik deretan franchise besar seperti Call of Duty, Titanfall, Apex Legends, hingga Star Wars Jedi, ada sosok Zampella yang bukan hanya kreatif dalam mengembangkan game, tetapi juga dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan orang-orang di sekelilingnya. Dampak kepergiannya terasa kuat, baik di kalangan developer, pelaku industri, maupun para gamers yang tumbuh bersama karya-karyanya.
Jejak Karier: Dari Medal of Honor hingga Respawn
Perjalanan karier Vince Zampella dimulai jauh sebelum nama Call of Duty mendominasi percakapan seputar FPS. Salah satu tonggak awalnya adalah peran sebagai lead designer di Medal of Honor: Allied Assault, sebuah game yang ikut membentuk standar FPS era awal 2000-an. Beberapa tahun kemudian, ia bersama Grant Collier dan Jason West mendirikan Infinity Ward pada 2002. Dari studio inilah Call of Duty lahir dan berkembang menjadi salah satu franchise tersebar di dunia.
Perubahan besar terjadi saat Call of Duty 4: Modern Warfare dirilis. Game ini menggeser tren FPS dari tema Perang Dunia II menuju konflik modern, menghadirkan campaign yang intens sekaligus multiplayer yang menjadi acuan banyak game lain. Setelah perselisihan besar dengan Activision, Zampella meninggalkan Infinity Ward dan mendirikan Respawn Entertainment. Studio baru ini melahirkan Titanfall dan Titanfall 2 yang dikenal karena movement fluid, level design kreatif, dan pendekatan berbeda terhadap multiplayer FPS.
Tidak berhenti di situ, Respawn juga meluncurkan Apex Legends, battle royale yang langsung mendapat tempat khusus di komunitas. Selain itu, seri Star Wars Jedi: Fallen Order dan Jedi: Survivor menunjukkan kemampuan Zampella dan tim dalam mengelola IP besar dan mengemasnya dalam pengalaman single-player yang kuat.

Pengaruh pada Industri dan Sesama Kreator
Setelah kabar kematian Zampella tersiar, banyak figur besar industri game menyampaikan rasa kehilangan mereka. John Romero, co-creator DOOM, menyebut kontribusi Zampella pada genre FPS sebagai sesuatu yang sangat besar. Ed Boon, co-creator Mortal Kombat, menuliskan bahwa sulit untuk melebih-lebihkan dampak yang ia berikan pada game modern, sambil menekankan bahwa mereka menjalin pertemanan selama sekitar satu dekade terakhir.
Katsuhiro Harada dari Bandai Namco bercerita bahwa saat ia sendiri sedang berada dalam masa produksi, ia tetap menyempatkan bermain game baru buatan Zampella di malam hari. Momen-momen kecil itulah yang menurut Harada menjadi bukti betapa kuat dan inspiratifnya karya Zampella bagi sesama developer. Geoff Keighley menggambarkannya sebagai kombinasi unik: gamer sejati sekaligus eksekutif visioner yang memberikan kepercayaan pada talenta di sekelilingnya untuk menciptakan sesuatu yang besar, sambil tetap mengutamakan pengalaman para gamers.
Hideo Kojima juga mengisahkan sisi personal hubungannya dengan Zampella. Ketika Kojima bersiap menjadi independen setelah keluar dari Konami, Zampella yang pernah mengalami situasi mirip saat dipaksa keluar dari Infinity Ward, meluangkan waktu untuk mendengarkan, memberi nasihat, dan menunjukkan dukungan. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana Zampella tidak hanya hadir sebagai nama besar di panggung industri, tetapi juga sebagai teman dan sesama kreator yang memahami beratnya perjalanan profesional di balik layar.

Pemimpin yang Melindungi Tim dan Menghargai Orang
Rekan-rekan yang pernah bekerja langsung bersama Zampella banyak menyoroti bagaimana ia bersikap sebagai pemimpin studio. Mantan developer Infinity Ward, Jon Porter, menggambarkannya sebagai sosok yang selalu menghormati orang lain, tidak membawa diri seperti “pemilik” meskipun secara posisi ia berada di puncak. Zampella dikenal mau mendengar, tidak terlalu sibuk untuk diajak bicara, dan menciptakan kultur studio yang membuat banyak orang menjadikannya standar ideal.
Dari sisi Respawn, Jen Salvesen menyebut Zampella sebagai figur yang “seperti yang kamu harapkan dari seorang leader”: fokus pada kualitas game, peduli pada tim, dan sadar bahwa karya mereka mengubah lanskap game modern. John Collingwood menambahkan bahwa Zampella selalu berdiri untuk orang-orang di sekelilingnya dan benar-benar peduli pada mereka. Bagi banyak orang di Respawn, ia bukan hanya atasan, tetapi juga pelindung yang membuat mereka merasa bisa bekerja dan berkreasi tanpa kehilangan sisi manusiawi.
Di luar lingkaran kerja formal, cerita personal ikut menguatkan kesan ini. Tom Ham dari Create menceritakan bagaimana setiap kali bertemu di event industri, Zampella selalu menyempatkan berhenti, memberi pelukan, menyapa, dan bertanya kabar secara tulus, tanpa peduli siapa yang sedang bersama mereka saat itu. Randy Pitchford dari Gearbox menyebut Zampella sebagai “real one” yang santai, tetapi memiliki kemauan kuat dan hati yang besar, sekaligus mengungkap bahwa mereka punya banyak rencana bersama yang kini terhenti selamanya.
Warisan untuk Gamers dan Developer Generasi Berikutnya
Melihat daftar game yang berkaitan dengan Vince Zampella, mudah untuk menyimpulkan bahwa ia adalah salah satu figur kunci di balik wajah FPS modern. Call of Duty, Modern Warfare, Titanfall, Apex Legends, hingga Star Wars Jedi adalah judul-judul yang membentuk cara banyak orang memandang game, baik sebagai hiburan maupun sebagai media bercerita dan berkompetisi.
Bagi gamers, warisan Zampella hadir dalam bentuk momen-momen tak terlupakan: first kill di multiplayer, campaign yang berkesan, hingga malam-malam panjang bermain bersama teman di server yang tidak pernah sepi. Bagi developer, warisan itu lebih dalam lagi. Cara ia melindungi tim, menghargai orang-orang di studionya, serta berani berkonflik dengan struktur besar demi visi kreatif menjadi contoh bahwa keberhasilan di industri game tidak harus mengorbankan kemanusiaan.
Banyak yang percaya bahwa Zampella masih menyimpan ide besar lain yang belum sempat terwujud. Geoff Keighley bahkan menuliskan bahwa ia merasa game terbesar Zampella sebenarnya masih berada di masa depan, sesuatu yang kini tidak akan pernah bisa dimainkan. Kepergian ini menyisakan rasa kehilangan yang kuat, tetapi juga meninggalkan jejak jelas tentang apa yang bisa dicapai ketika kreativitas, keberanian, dan empati berjalan bersama.
Bagi siapa pun yang pernah memainkan game buatannya atau terinspirasi oleh perjalanannya, nama Vince Zampella akan terus hidup melalui karya, tim, dan generasi developer yang belajar dari contoh yang ia tinggalkan.





























