Rumor soal Bloodborne remake memang tidak pernah benar-benar hilang, apalagi sejak banyak game era PS4 mendapat versi baru di PS5. Laporan yang dikutip dari Bloomberg kini memberi konteks yang lebih jelas: Bluepoint Games disebut sempat mengajukan pitch untuk membuat Bloodborne remake. Sony kabarnya terbuka dengan ide itu, tetapi FromSoftware yang memegang visi kreatif game tersebut justru menolak.
Baca Juga: Sony Tutup Bluepoint Games, Singgung “Player Behavior” Jadi Penyebab
Laporan Bloomberg: disetujui Sony, ditolak FromSoftware
Menurut ringkasan laporan Bloomberg yang dibahas media game, Bluepoint mengajukan rencana Bloodborne remake pada tahun lalu. Dari sisi penerbit, Sony disebut tidak keberatan. Penolakan datang dari FromSoftware, yang dikabarkan tidak ingin proyek itu berjalan.
Informasi ini menarik karena menjelaskan kenapa permintaan fans terkait Bloodborne versi PS5 atau PC terasa “mandek” selama bertahun-tahun. Sampai sekarang, Bloodborne masih identik dengan PS4, dan di PS5 pun game ini umumnya diakses lewat backward compatibility, bukan lewat versi remaster atau remake.
Kenapa Bloodborne masih “terkunci” di PS4
Bloodborne termasuk salah satu judul paling berpengaruh di generasinya, baik dari sisi desain gameplay, atmosfer gothic horror, sampai struktur progresi ala action RPG. Banyak pemain berharap setidaknya ada peningkatan performa yang lebih modern, misalnya frame rate lebih tinggi atau kualitas visual yang diperbarui.
Kondisi saat ini membuat Bloodborne terlihat seperti pengecualian ketika game PlayStation lain mulai menyebar ke platform dan generasi baru. Dorongan dari komunitas juga makin kuat karena Bloodborne menjadi salah satu game FromSoftware yang paling sering disebut layak mendapat pembaruan teknis.
Peran Miyazaki dan alasan kreatif yang mungkin
Laporan yang sama juga menyinggung konteks dari komentar Shuhei Yoshida dalam sebuah wawancara, yang pernah berteori bahwa Hidetaka Miyazaki mungkin ingin mengerjakan remake sendiri. Teori itu juga menyebut Miyazaki sedang sibuk dan bisa saja tidak ingin pihak lain menangani proyek tersebut.
Bagian ini penting dibaca sebagai interpretasi, bukan kepastian. Tetap saja, penolakan FromSoftware terhadap pitch Bluepoint memberi sinyal bahwa kontrol kreatif dan timing internal bisa menjadi faktor besar, bukan sekadar keputusan bisnis.
Kenyataan bahwa pitch Bloodborne remake pernah ada berarti idenya sempat dibahas serius, bukan cuma rumor komunitas. Di sisi lain, penolakan tersebut menunjukkan bahwa proyek semacam ini tidak hanya bergantung pada Sony, tetapi juga persetujuan FromSoftware.
Harapan paling realistis untuk saat ini adalah menunggu keputusan resmi di masa depan, entah berupa remaster, remake, atau port. Sampai ada pengumuman, Bloodborne tetap berada di posisi yang sama: game klasik dengan permintaan pembaruan yang tinggi, tetapi tanpa kepastian arah berikutnya.






























