Anime historical di summer 2026 tidak hanya hadir lewat perang besar atau tokoh terkenal. Beberapa judul dekat dengan sejarah nyata, sementara yang lain memakai masa lalu untuk fiksi, fantasi, atau alternate history. Dari samurai, Kekaisaran Mongol, Kyoto awal abad ke-20, sampai seni panggung Jepang, daftar ini menunjukkan bahwa unsur historical dalam anime bisa hadir dengan banyak bentuk.
4. Jaadugar: A Witch in Mongolia
Jaadugar: A Witch in Mongolia (Tenmaku no Jaadugar) mengambil latar Kekaisaran Mongol pada abad ke-13. Ceritanya mengikuti Sitara, gadis muda yang kehilangan ibunya dan kemudian bertemu Fatima, perempuan dari keluarga cendekiawan.
Melalui Fatima, Sitara mulai mengenal ilmu pengetahuan. Namun, hidupnya berubah ketika konflik besar dan perluasan kekuasaan Mongol menghancurkan dunia kecilnya. Unsur historical anime ini terasa dari latar Eurasia abad pertengahan, struktur kekuasaan Mongol, dan posisi ilmu pengetahuan pada masa itu.
Dengan pendekatan historical fiction dan sentuhan historical fantasy, Jaadugar: A Witch in Mongolia punya daya tarik lewat perjalanan Sitara yang dibentuk oleh tragedi, pengetahuan, dan keinginan untuk bertahan hidup. Latar Mongol juga membuatnya terasa segar dibanding anime historical yang lebih sering memakai Jepang feodal.
3. Sparks of Tomorrow
Sparks of Tomorrow (Nijuuseiki Denki Mokuroku -Eureka Evrika-) berlatar di Kyoto pada awal abad ke-20, tetapi memakai pendekatan alternate history. Anime ini membayangkan masa lalu ketika teknologi mesin uap masih dominan, sementara listrik menjadi simbol masa depan.
Ceritanya berpusat pada Kihachi Sakamoto, anak laki-laki yang kehilangan saudaranya, dan Inako Momokawa, gadis yang juga membawa penyesalan dari masa lalunya. Perjalanan mereka berkaitan dengan rahasia “20th Century Electricity Catalog”, yang memberi cerita nuansa petualangan teknologi dan misteri sejarah alternatif.
Unsur historical muncul dari atmosfer modernisasi Jepang, Kyoto lama, dan perubahan cara manusia melihat masa depan. Daya tarik Sparks of Tomorrow ada pada gabungan antara kehilangan, kepercayaan, dan mimpi tentang teknologi, sehingga masa lalu terasa seperti ruang untuk membayangkan sejarah yang bisa berjalan berbeda.
2. The Elusive Samurai Season 2
The Elusive Samurai Season 2 (Nige Jouzu no Wakagimi 2nd Season) melanjutkan kisah Hojo Tokiyuki setelah runtuhnya Kamakura shogunate pada tahun 1333. Tokiyuki adalah figur sejarah nyata, dan konflik yang melibatkan Ashikaga Takauji berasal dari periode penting dalam sejarah Jepang.
Namun, anime ini mengolah latar tersebut dengan gaya shounen yang penuh aksi cepat, humor, visual ekspresif, dan dramatisasi karakter. Karena itu, konflik politik dan perubahan zaman terasa lebih mudah diikuti oleh penonton modern.
Daya tarik season 2 ada pada perkembangan Tokiyuki sebagai pemimpin muda yang tidak hanya bertahan hidup dengan melarikan diri. Ia mulai memahami strategi, loyalitas, dan harga dari perjuangan politik, sehingga The Elusive Samurai Season 2 tetap punya bobot historical meski tampil sebagai anime aksi yang energik.
1. The World is Dancing
The World is Dancing membawa cerita ke Jepang tahun 1374, ketika konflik antara Northern Court dan Southern Court masih memengaruhi keadaan politik. Namun, anime ini tidak menjadikan perang sebagai pusat utama cerita.
Fokusnya ada pada Oniyasha, putra Kan’ami dari kelompok Kanze, dan dunia seni pertunjukan sarugaku yang kemudian berkaitan dengan perkembangan Noh. Secara historical, anime ini menarik karena berhubungan dengan Zeami, figur penting dalam sejarah Noh Jepang.
Kekuatan The World is Dancing ada pada cara sejarah dilihat melalui seni, panggung, gerak tubuh, dan proses kreatif. Pendekatan ini membuatnya berpotensi menjadi anime historical paling unik di summer 2026, terutama karena sudut pandangnya lebih reflektif daripada sekadar perang atau perebutan kekuasaan.
































