Buat kamu yang kangen nuansa fantasy klasik ala gamebook dan tabletop RPG, ada satu judul yang layak masuk wishlist. Digitalis Publishing bersama developer 15 Industry resmi mengumumkan kalau Veritas Tales: Witch of the Dark Castle akan meluncur di PC via 蒸気 pada 9 Juli.

Menurut informasi yang dikutip dari ジェマツ, game ini akan hadir dengan dukungan bahasa Inggris, Jepang, dan Simplified Chinese, sehingga punya jangkauan yang cukup luas untuk pasar gamer Asia.

RPG gamebook dengan nuansa klasik

Veritas Tales: Witch of the Dark Castle bukan RPG biasa. ゲーム ini mengusung konsep neo-classic digital gamebook RPG dengan gaya choose your own adventure. Artinya, setiap keputusan yang kamu ambil akan memengaruhi jalannya cerita dan bagaimana dunia bereaksi terhadap karaktermu.

Di sini, kamu bisa menghadapi situasi dengan berbagai cara. Mau langsung menyerang dengan pedang, mencoba bernegosiasi, atau bahkan menghindari konflik sama sekali, semuanya bisa dilakukan. Elemen lemparan dadu juga punya peran penting, memberi sensasi seperti memainkan tabletop RPG klasik dalam format digital.

Setiap pilihan dan hasil dadu akan membentuk pengalaman bermain yang berbeda. Karena itu, tiap playthrough punya potensi terasa unik.

Digarap sendirian selama 6 tahun

Hal paling menarik dari game ini mungkin datang dari sosok di balik pembuatannya. Veritas Tales: Witch of the Dark Castle dikembangkan oleh Yoshio Nishimura, veteran industri game dengan pengalaman sekitar 30 tahun yang pernah bekerja di Vanillaware.

Bagi yang belum familiar, Vanillaware adalah studio di balik beberapa game bergaya artistik kuat seperti Odin Sphere, Dragon’s Crownそして 13 センチネルイージス・リム. Nama Nishimura jelas menjadi daya tarik tersendiri, apalagi untuk pemain yang mengikuti karya-karya studio tersebut.

Yang membuat proyek ini semakin spesial, Nishimura disebut mengerjakan game ini sendirian selama enam tahun di sebuah desa pegunungan terpencil di Jepang. Bukan cuma itu, seluruh lebih dari 300 ilustrasi yang ada di game ini juga dibuat langsung dengan tangan olehnya sendiri.

Menariknya lagi, proyek ini juga ditegaskan dibuat tanpa menggunakan generative AI. Di tengah industri yang makin ramai membicarakan AI dalam proses kreatif, detail ini menjadi nilai tambah tersendiri karena menunjukkan betapa personalnya proyek tersebut.

Cocok untuk penggemar fantasy old-school

Veritas Tales: Witch of the Dark Castle menggambarkan dirinya sebagai bentuk kembali ke akar fantasy, yaitu era ketika gamebook dan tabletop RPG menjadi fondasi dari banyak karya fantasy modern. Nuansa ini tentu akan terasa akrab buat gamer yang suka petualangan berbasis pilihan, dunia fantasi yang kaya imajinasi, dan sensasi membentuk kisah sendiri.

ファンなら The NeverEnding Story, atau sekadar rindu pengalaman fantasy yang terasa seperti membaca petualangan interaktif, game ini punya potensi jadi sesuatu yang spesial.

Inspirasi klasik yang diusung Veritas Tales: Witch of the Dark Castle juga membuatnya terasa berbeda dibanding banyak RPG modern yang lebih fokus ke aksi cepat atau dunia open-world besar. Di sini, kekuatan utamanya justru ada pada cerita, pilihan, ilustrasi, dan atmosfer.

Veritas Tales: Witch of the Dark Castle (Digitalis Publishing / 15 Industry)

Layak masuk wishlist?

Dengan tanggal rilis yang sudah ditetapkan pada 9 Juli, Veritas Tales: Witch of the Dark Castle terlihat sebagai proyek yang punya identitas kuat. Kombinasi antara konsep gamebook klasik, presentasi hand-drawn, dan proses pengembangan solo selama bertahun-tahun membuat game ini menonjol di antara banyak rilisan indie lainnya.

Buat kamu yang suka RPG dengan pendekatan naratif dan sentuhan old-school, ini jelas jadi judul yang patut dipantau. Setidaknya, Veritas Tales: Witch of the Dark Castle menawarkan sesuatu yang terasa lebih personal dibanding banyak game fantasy modern saat ini.

Steam Curator Page

返事を書く

あなたのコメントを入力してください。
ここにあなたの名前を入力してください