Developer indie asal Taiwan, HIGHFIVE DOG, mengumumkan international exhibition campaign untuk City God Alice, gim komersial pertama studio ini. Gim RPG bertema cerita rakyat dan kepercayaan kuil Taiwan tersebut dijadwalkan tampil di Busan Indie Connect Festival, gamescom, dan Tokyo Game Show sepanjang 2026.
Satu Tahun Tersisa dan Sebuah Kontrak yang Terlupakan
City God Alice berlatar di kota fiksi Jiantan Mountain City, yang terinspirasi dari legenda Taiwan tentang “Pembunuhan Roh Ikan di Jiantan”. Menurut legenda, pada masa loyalis Ming, jenderal Lin Yin-Guan yang mengabdi di bawah Koxinga memasuki pegunungan Jiantan dan mengalahkan roh ikan perusak, mengakhiri banjir yang melanda cekungan Sungai Keelung. Seiring waktu, sejarah dan kepercayaan lokal itu melahirkan sebuah City God Temple yang bertugas menjaga keseimbangan antara dunia orang hidup dan orang mati.
Tokoh utama, Lin Cheng-Dong, adalah keturunan Lin Yin-Guan. Keluarganya diselimuti kutukan selama beberapa generasi, yang membuat sebagian anggota garis keturunannya tidak bisa hidup lebih dari usia dua puluh satu tahun. Pada ulang tahunnya yang kedua puluh, ia menerima tawaran pekerjaan dari Jiantan Mountain City God Temple: dalam satu tahun, ia akan resmi mewarisi posisi City God, dengan nyawanya sendiri sebagai harganya.
Menyambutnya di kuil adalah Alice, sosok gadis menyerupai boneka yang saat ini menjabat sebagai acting City God. Alice mengatakan bahwa takdir ini bukan kebetulan. Saat masih kecil, Lin Cheng-Dong pernah menandatangani sebuah kontrak dengan tangannya sendiri, menukar sebuah permintaan yang tidak bisa ia tinggalkan dengan kesediaannya menjadi administrator dunia bawah begitu ia meninggal. Namun ia sudah kehilangan seluruh ingatan tentang janji tersebut.
Selama satu tahun tersisa, pemain membantu Alice mengoperasikan kuil dan menyelesaikan berbagai kasus yang melibatkan dewa, roh, dan orang mati, sembari mengungkap kebenaran di balik kontrak, kutukan keluarga, dan legenda roh ikan kuno tersebut.
Mengelola Kuil dan Merekrut Roh sebagai Petugas Alam Baka
Pemain berperan sebagai penjaga kuil yang bertanggung jawab mengelola Jiantan Mountain City God Temple. Lewat sistem kartu peristiwa, pemain merespons permintaan dari umat, arwah, hingga dewa-dewa dari wilayah tetangga, secara bertahap memulihkan pengikut dan reputasi kuil. Sumber daya seperti uang persembahan, mata uang roh, dan energi spiritual dapat dialokasikan untuk memperbaiki fasilitas, memulihkan ibadah di kuil, serta menciptakan wadah boneka yang digunakan untuk bertarung di alam baka.
Seiring eksplorasi dungeon, penyelesaian berbagai peristiwa, dan kemajuan cerita, pemain dapat merekrut arwah pahlawan, monster, dan makhluk lain dari tradisi rakyat sebagai petugas alam baka yang membantu urusan kuil sekaligus pertarungan. Setiap karakter memiliki masa lalu, obsesi, dan keyakinannya masing-masing, dan keputusan pemain — mulai dari penilaian kasus hingga kebijakan pengelolaan kuil — memengaruhi kepercayaan dan kesetiaan mereka. Hubungan ini pada akhirnya turut menentukan nasib Lin Cheng-Dong, Alice, para roh yang menemaninya, hingga masa depan Jiantan Mountain City.
Menjelajahi Yuanchen Palace Lewat Ritual Guan Luo Yin
Gim ini bergantian antara eksplorasi side-scrolling dan area top-down tertentu. Melalui ritual medium roh khas Taiwan bernama Guan Luo Yin, pemain memasuki Yuanchen Palace, sebuah alam mental yang terbentuk dari kenangan dan obsesi orang-orang yang telah meninggal. Banyak lokasi dalam gim terinspirasi dari lingkungan sehari-hari masyarakat Taiwan, mulai dari rumah, sekolah, kuil, jalanan, hutan, sudut-sudut tersembunyi kota, hingga situs bersejarah, yang kemudian didistorsi dan direkonstruksi menjadi ruang supranatural yang terasa akrab sekaligus mengganggu.
Tim pengembang ingin menyampaikan bahwa horor tidak hanya berada di tempat-tempat jauh atau terlarang, melainkan bisa saja bersembunyi di jalanan, kuil, dan pegunungan yang dilalui orang setiap hari.
Pertarungan Taktis dengan Sanitas Sebagai Sumber Daya
City God Alice menghadirkan sistem pertarungan taktis berbasis giliran 2D dengan penempatan horizontal. Pemain perlu memperhitungkan posisi musuh, urutan giliran, dan kelemahan lawan, sembari memanfaatkan berkat kerasukan dari berbagai arwah pahlawan untuk mengubah kemampuan dan keterampilan pengusiran setan tiap karakter.
Selain kesehatan dan sumber daya aksi, SAN yang merepresentasikan tingkat kewarasan karakter juga menjadi sumber daya penting dalam pertarungan. Medan terkutuk, korupsi spiritual, dan guncangan psikologis dapat terus mengurangi kewarasan karakter di dalam alam mental. Ketika kondisi mental karakter runtuh, mereka bisa panik, bingung, atau untuk sementara kehilangan kemampuan bertindak. Sebagian pertarungan juga terintegrasi erat dengan narasi, di mana bentuk musuh dan keputusan pemain dapat memengaruhi jalannya pertarungan sekaligus cerita selanjutnya.
Musik Garapan Youhuo, Komposer Legend of Mortal
Soundtrack City God Alice digarap oleh Youhuo, yang sebelumnya juga mengerjakan musik untuk Legend of Mortal, Dream Flash Girl, dan Haunted House. Soundtrack ini memadukan instrumen tradisional Timur, nuansa ritual keagamaan, dan suara elektronik modern, yang disesuaikan dengan berbagai lingkungan dalam gim seperti kuil, hutan, jalanan kota di malam hari, hingga alam mental, menciptakan identitas audio yang memadukan budaya rakyat Taiwan dengan sensibilitas kontemporer.
Platform dan Bahasa yang Didukung
City God Alice direncanakan rilis untuk PC melalui Steam, dengan dukungan teks antarmuka dan subtitle dalam bahasa Mandarin Tradisional, Mandarin Sederhana, Inggris, Jepang, dan Korea.
Halaman Steam City God Alice sudah bisa diakses, dan pemain bisa menambahkannya ke wishlist untuk mengikuti perkembangan, pameran, demo, dan informasi rilis selanjutnya.
Jangan lewatkan laporan eksklusif TGS 2026
TOKYO GAME SHOW adalah salah satu pameran game terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) dan co-organizer Nikkei Business Publications, Inc., serta DENTSU INC. TGS telah menjadi platform utama bagi para pelaku industri game untuk memamerkan inovasi dan teknologi terbaru mereka.
Festival game terbesar di Asia ini akan memasuki usia ke-30 dan menjanjikan skala pameran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema “The Longest Five Days of Nonstop Play”, gelaran tahun ini akan mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, durasi pameran diperpanjang menjadi lima hari penuh.
Pameran offline akan digelar di Makuhari Messe, Chiba, mulai 17 September hingga 21 September 2026. Format acara tetap menggunakan sistem hybrid, menggabungkan pameran di venue dengan inisiatif online untuk menjangkau audiens global.
Simak terus laporan terkini dan eksklusif mengenai TGS 2026 hanya di PlayEatSleep.Fun.
































