Anime Asateer Future Folktales (Asatir: Mirai no Mukashi Banashi) hadir dengan konsep yang cukup berbeda dari banyak judul lain. Anime ini membawa cerita rakyat Arab ke dalam format anime TV dengan latar masa depan.

Judul ini dikembangkan oleh Manga Productions (Saudi Arabia – Tokyo) as co-production dengan Toei Animation. Dari titik itu, anime ini berkembang menjadi franchise yang juga mencakup serial lanjutan dan mobile game.

Anime Asateer Future Folktales Membawa Cerita Rakyat Arab Ke Dunia Masa Depan

Hal yang paling menonjol dari anime Asateer Future Folktales adalah cara judul ini menempatkan cerita rakyat Arab sebagai inti cerita. Anime ini tidak hanya memakai unsur budaya sebagai latar, tetapi membangun narasinya dari kisah-kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dalam latar Riyadh pada 2050, Asma membagikan cerita-cerita itu kepada cucu-cucunya. Lewat kisah yang ia sampaikan, mereka melihat bahwa masalah masa kini bisa dihadapi dengan pelajaran dan kebijaksanaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam ceritanya, sosok nenek menjadi penghubung antara kehidupan keluarga dan cerita-cerita lama yang terus hidup lewat tuturan. Pendekatan seperti ini membuat folklor Arab terasa lebih dekat bagi penonton yang mungkin belum akrab dengan kisah-kisah tersebut.

Keunikan lain dari anime ini ada pada gabungan antara tema Arab dan setting near-future. Dunia masa depan dalam judul ini tidak dipakai untuk menjauh dari akar budayanya. Sebaliknya, setting itu dipakai untuk menempatkan cerita rakyat Arab dalam konteks yang baru.

Serial ini menampilkan kehidupan keluarga di Saudi Arabia pada masa depan. Kota modern, teknologi, dan rutinitas baru hadir berdampingan dengan kisah tradisional yang terus diwariskan. Pendekatan ini kemudian berlanjut ke Asateer 2 Future’s Folktales, yang memperlihatkan bahwa arah cerita dan identitas franchise ini tetap dipertahankan dalam kelanjutan serialnya.

Trailer Asateer 2 Future’s Folktales versi Jepang bisa kamu lihat di bawah ini.

Trailer yang sama juga tersedia dalam versi bahasa Arab.

Asateer Future Folktales Juga Berkembang Ke Mobile Game

Franchise ini juga berkembang ke mobile game Future’s Folktales Hopper Quest, yang tersedia melalui App Store, Google Play, and HUAWEI AppGallery.

Kehadiran game ini menunjukkan bahwa dunia dan karakter dalam franchise Asateer Future Folktales terus dikembangkan ke format lain. Meski mediumnya berbeda, dasar ceritanya tetap berhubungan dengan dunia yang dibangun dari folklor Arab dan hubungan antargenerasi.

Arah ini membuat Asateer Future Folktales menonjol bukan hanya sebagai serial anime, tetapi juga sebagai franchise lintas media dengan identitas yang tetap konsisten.

Manga Productions Hadir Di AnimeJapan 2026

At AnimeJapan 2026, Manga Productions hadir sebagai sponsor dan membuka booth di Tokyo Big Sight pada Public Day dan Business Day. Kehadiran ini menempatkan nama perusahaan tersebut di salah satu event anime terbesar di dunia.

Asateer: Future's Folktales (Manga Productions / Toei Animation)

Pada 30 Maret 2026, CEO Bukhari Isamu juga mengisi seminar bisnis berjudul “From Emerging Markets to Strategic Partners – The Middle East as the Future of Animation.” Seminar ini membawa pembahasan tentang kawasan Timur Tengah ke dalam percakapan industri animasi yang lebih luas.

Untuk penonton di Indonesia, belum ada informasi resmi dalam data yang tersedia soal platform tempat anime ini bisa ditonton. Meski begitu, anime Asateer Future Folktales tetap menarik dicatat sebagai judul yang membawa cerita rakyat Arab ke format anime dengan identitas yang cukup jelas, sambil menunjukkan bagaimana budaya lokal bisa hadir dalam medium yang lebih global.

Steam Curator Page

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here