One or EIGHT dan Team EARTH WARS resmi mengumumkan Warota: I Live Next to The Demon King’s Castle LOL, sebuah game village-building action RPG dengan premis yang cukup unik. Dikutip[ dari Gematsu, game ini dijadwalkan rilis lebih dulu untuk PC melalui Steam pada musim dingin 2026, lalu menyusul ke PlayStation 5 dan Switch 2 pada 2027.

Game ini mengambil latar di dunia bernama Luna, sebuah tempat yang telah hancur setelah Demon King menguasai Gates. Pemain berperan sebagai Bounder, sosok langka yang memiliki kekuatan untuk menciptakan kembali hal-hal yang telah hilang. Tugas utamanya adalah membangun desa, mengumpulkan sumber daya, merekrut penduduk, dan bertahan dari ancaman monster yang datang dari kastil Demon King di sebelah desa.

Premis Isekai dengan Sentuhan Komedi

Warota: I Live Next to The Demon King’s Castle LOL membawa cerita bergaya isekai yang dikemas dengan nuansa komedi. Karakter utama bereinkarnasi ke dunia lain setelah diselamatkan oleh seorang dewi. Masalahnya, tempat tinggal barunya ternyata berada tepat di sebelah kastil Demon King.

Situasi ini menjadi sumber konflik utama. Demon King dalam game ini bukan hanya penguasa jahat biasa, tetapi juga digambarkan sebagai idol yang mengadakan “Live”. Setiap kali acara tersebut berlangsung, monster menjadi liar dan menyerang desa pemain. Premis ini memberi warna berbeda dibandingkan game fantasy action RPG yang biasanya memakai pendekatan lebih serius.

Gameplay Menggabungkan Bangun Desa dan Action RPG

Gameplay Warota berfokus pada pembangunan desa, pengumpulan material, crafting, serta pertarungan melawan monster. Pemain dapat membangun lebih dari 30 jenis bangunan, termasuk fasilitas yang mendukung kehidupan penduduk dan pertahanan desa.

Semakin berkembang desa, semakin banyak penduduk yang datang. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penghias area, tetapi juga memiliki peran penting dalam sistem game. Penduduk dapat bekerja di ladang, memasak, menjaga desa, atau ikut bertualang bersama pemain.

Elemen ini membuat gameplay terasa seperti gabungan antara village-building, life-sim ringan, dan action RPG. Pemain perlu menyeimbangkan kegiatan membangun, mengelola warga, serta mempersiapkan diri menghadapi serangan monster.

Sistem Class Berbasis Topi

Salah satu fitur utama Warota adalah sistem class yang ditentukan oleh topi. Setiap topi memiliki kekuatan dari dewi dan menentukan class karakter yang memakainya. Lebih dari 20 class tersedia, termasuk Farmer, Woodcutter, Warrior, Mage, Cook, dan Sentinel.

Sistem ini berlaku untuk pemain maupun penduduk desa. Artinya, pemain dapat memberi topi kepada warga untuk menentukan pekerjaan atau peran mereka. Konsep ini membuat pengaturan class terasa sederhana, mudah dibaca, dan cukup fleksibel untuk berbagai gaya bermain.

Selain class, pemain juga dapat memperoleh Divine Blessings dari Goddess Statue yang tersebar di dunia. Blessing tersebut dapat meningkatkan attack power, recovery speed, efek elemental, dan kemampuan lain yang membantu membentuk gaya bertarung.

Serangan Monster dari Konser Demon King

Ancaman utama dalam Warota datang dari “Live” yang digelar oleh Idol Demon King. Ketika konser dimulai, gelombang monster menyerbu desa dan memaksa pemain untuk bertahan.

Pemain perlu memperkuat pertahanan, mengatur peran penduduk, dan menghadapi boss yang muncul selama serangan. Sistem ini memberi ritme antara fase santai saat membangun desa dan fase intens ketika desa harus dipertahankan.

Jika eksekusinya berjalan baik, Warota: I Live Next to The Demon King’s Castle LOL bisa menjadi game yang menarik bagi pemain yang menyukai perpaduan action RPG, village-building, dan humor fantasy. Premisnya ringan, sistemnya cukup berlapis, dan konsep tinggal di sebelah kastil Demon King memberi identitas yang mudah diingat.

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini