Bayangkan sebuah toko sayur kecil yang damai, tiba-tiba diserbu segerombolan pembuat onar. Rak-rak kosong, pelanggan lari ketakutan, dan pemilik toko yang sudah tua kewalahan membereskan semuanya sendiri.

Inilah premis yang diusung YAOYA THE GAME, judul garapan YAO!GAMES yang diterbitkan oleh YAOYA. Tim kami berkesempatan mencoba demonya secara langsung di Tokyo Game Show 2026, dan berikut adalah kesan kami setelah memainkannya.

Cerita di Balik Toko Sayur Jii & Baa

YAOYA THE GAME mengangkat kisah tentang Jii dan Baa, sepasang lansia yang telah menghabiskan hidup mereka membangun toko sayur terbaik di lingkungannya. Semua berubah sejak sekelompok pembuat onar yang disebut “Detractors” mulai berulah.

Mereka menjatuhkan barang dagangan, mengacaukan etalase, dan membuat pelanggan kabur lebih cepat daripada Jii dan Baa bisa membereskannya.

Di sinilah pemain berperan sebagai bantuan baru yang datang untuk menyelamatkan toko. Awalnya, Jii dan Baa tidak begitu yakin dengan kemampuan pemain, tapi mereka tidak punya pilihan lain.

Tugas pemain adalah membuktikan bahwa mereka layak dipercaya, satu hari penuh kekacauan demi satu hari.

Gameplay: Kekacauan yang Mengingatkan pada Overcooked

Dari sisi gameplay, YAOYA THE GAME sangat mengingatkan kami pada Overcooked, karena elemen chaotic dan frantic yang menjadi inti permainannya. Pemain harus mengurus stok barang, melayani pengunjung, sekaligus mengusir para Detractors yang terus berulah di sekitar toko.

Secara desain, game ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Namun, ada sedikit learning curve yang perlu dilalui, misalnya tombol mana yang digunakan untuk mengambil barang, melempar sesuatu, atau melawan para Detractors.

Jika pemain belum hafal kontrol dasarnya, lalu langsung dihadapkan dengan suasana toko yang ramai dan serba cepat, rasa panik di awal permainan cukup wajar terjadi. Sebagian pemain mungkin akan merasa ini menambah keseruan, tapi ada juga yang bisa merasa sedikit frustrasi pada percobaan pertama.

Dalam pengalaman kami sendiri, momen-momen awal memang terasa membingungkan karena harus membagi perhatian ke banyak hal sekaligus. Namun, semakin lama dimainkan, ritme permainan mulai terasa dan keseruannya pun mulai terbangun.

Demo yang tersedia di TGS 2026 menghadirkan mode co-op, meski pada dasarnya game ini bisa dimainkan sendirian maupun bersama teman-teman.

Visual Minimalis dengan Warna yang Mencolok

Salah satu hal pertama yang menarik perhatian kami adalah style visualnya. YAOYA THE GAME tampil dengan desain minimalis namun menggunakan palet warna yang mencolok, menciptakan kontras menarik antara kesederhanaan bentuk dan keramaian warna di layar.

Style ini cocok dengan tema permainan yang penuh kekacauan, karena membuat setiap aksi di layar tetap mudah dibaca meskipun situasinya sedang ramai.

Fitur Utama YAOYA THE GAME

  • Aksi toko sayur yang serba cepat — mengisi stok, melayani pelanggan, dan bertahan dari keramaian
  • Mengakali para Detractors — pembuat onar yang datang untuk merusak toko
  • Merebut kepercayaan Jii dan Baa — dinilai dari keuntungan, reputasi, dan daya tarik toko
  • Mendukung 1 hingga 4 pemain — bisa dimainkan sendiri atau bersama teman
  • Kekacauan yang terkendali — toko yang penuh warna dan semakin berantakan seiring waktu

Kesan Akhir

Dari demo singkat yang kami mainkan di Tokyo Game Show 2026, YAOYA THE GAME berhasil menampilkan konsep yang segar dengan memadukan tema toko sayur dan gameplay chaotic ala game co-op party.

Meskipun ada tantangan kecil di awal terkait kontrol, keseruan permainan ini mulai terasa begitu ritmenya sudah dikuasai.

Bagi kamu yang menyukai game co-op dengan nuansa kacau namun menghibur, YAOYA THE GAME layak masuk ke daftar pantauan. Halaman Steam-nya sudah aktif dan bisa kamu kunjungi di Steam untuk menambahkannya ke wishlist.

Jangan lewatkan laporan eksklusif TGS 2026

TOKYO GAME SHOW adalah salah satu pameran game terbesar di dunia yang diselenggarakan oleh Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) dan co-organizer Nikkei Business Publications, Inc., serta DENTSU INC. TGS telah menjadi platform utama bagi para pelaku industri game untuk memamerkan inovasi dan teknologi terbaru mereka.

Festival game terbesar di Asia ini akan memasuki usia ke-30 dan menjanjikan skala pameran yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema “The Longest Five Days of Nonstop Play”, gelaran tahun ini akan mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, durasi pameran diperpanjang menjadi lima hari penuh.

Pameran offline akan digelar di Makuhari Messe, Chiba, mulai 17 September hingga 21 September 2026. Format acara tetap menggunakan sistem hybrid, menggabungkan pameran di venue dengan inisiatif online untuk menjangkau audiens global.

Simak terus laporan terkini dan eksklusif mengenai TGS 2026 hanya di PlayEatSleep.Fun.

Tokyo Game Show 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini