Sword of Justice, MMORPG bertema fantasi timur besutan NetEase, baru saja merilis update Season 1.3.1 untuk wilayah Asia Tenggara. Update ini berjalan sampai 3 September mendatang, dan yang jadi sorotan utama sebenarnya bukan konten barunya saja, melainkan keputusan NetEase untuk me-reset progres season. Dengan begitu, pemain veteran dan pemain baru sama-sama mulai dari garis start yang sama.

Ini strategi yang cukup umum dipakai game live-service untuk menarik pemain lama yang sempat berhenti main. Reset season biasanya jadi momen “aman” buat kembali tanpa harus merasa ketinggalan jauh dari pemain yang rutin main. Apakah efektif? Tergantung seberapa menarik konten baru yang ditawarkan untuk mengisi progression itu.

Raid 12 Pemain dan Peta Baru Evernight Haven

Konten headline dari season ini adalah Evernight Haven, peta open-world tiga tingkat yang katanya punya mekanik puzzle manipulasi waktu—pemain bisa rewind dan fast-forward waktu untuk membuka rahasia di dalam peta. Konsep ini sendiri bukan hal baru di genre MMORPG, tapi eksekusinya baru bisa dinilai setelah benar-benar dicoba di lapangan.

Di dalam peta ini ada raid 12 pemain melawan bos bernama Liu Xingwen, yang digambarkan bertarung di tiga garis waktu sekaligus: masa lalu, sekarang, dan masa depan. Selain raid ini, NetEase juga menambahkan dungeon 6 pemain berjudul Forgotten Secrets, bab akhir dari Dreamblade Abyss – Illusion, serta chapter petualangan baru Memories of Cloudcrest.

Sword of Justice (ZhuRong Studio/NetEase Games)

Buat MMORPG yang mengandalkan konten PVE sebagai alasan pemain untuk terus login, jumlah konten yang dijejalkan dalam satu update memang terkesan banyak. Tapi banyak bukan selalu berarti bagus—yang menentukan biasanya seberapa dalam desain encounter-nya, bukan sekadar jumlah dungeon dan raid yang dirilis bersamaan.

Kostum Musim Panas, dan di Sinilah Monetisasi Mulai Kelihatan

Selain konten PVE, Season 1.3.1 juga membawa gelombang kostum baru bertema pantai musim panas lewat koleksi Sea Scales. Ada juga kostum eksklusif untuk pasar Asia Tenggara seperti Greedy Wolf bertema serigala, serta Nether Bone dan Nether Whisper untuk tema Festival Hantu. Ditambah lagi outfit reguler seperti Resonant Heartbeats dan Autumn Maple, sampai set kosmetik kelas atas Butterfly dan Deep-Sea.

Sword of Justice (ZhuRong Studio/NetEase Games)

Event Komunitas dan Diskon Berlapis

NetEase juga meluncurkan program creator incentive dan event guild untuk mendorong pemain membagikan momen dari raid, foto di pantai, sampai showcase fashion. Ada pula event Team Consumption yang memberi reward bersama untuk grup yang memenuhi target belanja tertentu—termasuk avatar dan title eksklusif.

Bersamaan dengan itu, NetEase juga menggelar campaign Lucky Thursday edisi Season 1.3.1 mulai 30 Juli, dengan diskon sampai 67% dan kupon undangan yang bisa ditumpuk. Ada juga Chain Bundle yang diklaim memberi nilai lebih dari 10 kali lipat harga aslinya seharga 600 Ornate Jade.

Sword of Justice (ZhuRong Studio/NetEase Games)

Update Padat, Tapi Monetisasi Tetap Menonjol

Buat pemain lama Sword of Justice, reset progression di Season 1.3.1 kemungkinan jadi alasan paling masuk akal untuk kembali mencoba, apalagi kalau merasa sudah ketinggalan jauh sebelumnya. Sementara buat pemain baru, banyaknya konten PVE sekaligus—raid, dungeon, dan chapter cerita—bisa jadi titik masuk yang cukup padat untuk dieksplorasi.

Tapi seperti biasa di game live-service, konten gratis dan konten berbayar berjalan berdampingan dalam satu update. Menariknya raid dan dungeon baru bukan berarti bisa mengabaikan fakta bahwa sebagian besar highlight promosi season ini justru ada di kostum dan bundle diskon. Pemain yang tertarik ada baiknya fokus dulu ke konten gameplay-nya sebelum tergoda oleh embel-embel diskon yang menyertainya.

Steam Curator Page

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini