Sebagai mech fan, Gundam selalu menjadi salah satu series yang kami tunggu. Namun, jujur saja, tidak ada game Gundam yang benar-benar membuat kami excited dalam 10 tahun terakhir, meski franchise ini terus melahirkan judul baru dari tahun ke tahun.

Itulah sebabnya ekspektasi kami terhadap Gundam Rogue Orbit sebenarnya tidak terlalu tinggi saat pertama kali mendengar pengumumannya. Tapi setelah memainkan demo-nya di Tokyo Game Show 2026, pandangan kami mulai berubah. Game ini ternyata cukup bagus dan punya potensi besar untuk memperbaiki catatan buruk tersebut.

Game Gundam baru yang menjanjikan

Begitu memainkan game ini, kami langsung tahu bahwa ini adalah game Gundam. Detailnya terasa sangat signature Gundam, mulai dari desain mech, desain spaceship, hingga unit Haro yang menemani pemain sepanjang permainan.

Karena ini game Gundam, kami tentu berharap mech-nya membawa senjata signature seperti funnels. Dan benar saja, funnels hadir di game ini. Kehadiran detail-detail kecil seperti ini yang membuat Gundam Rogue Orbit terasa otentik sejak menit pertama.

Kehadiran Haro juga terasa lebih dari sekadar hiasan. Unit kecil ini menemani pemain sepanjang demo, dan bagi kami, detail semacam ini menunjukkan bahwa developer benar-benar memahami apa yang membuat game Gundam terasa seperti Gundam.

GUNDAM ROGUE ORBIT - TGS 2026 demo (Bandai Namco)
GUNDAM ROGUE ORBIT – TGS 2026 demo (Bandai Namco)

Memilih Lance-type Gundam

Dalam demo, ada tiga tipe Gundam yang bisa kami pilih, dan kami memilih lance-type Gundam. Lance Gundam terasa lebih seperti unit tank, dengan frontal shield sebagai salah satu kemampuannya.

Setiap tipe Gundam punya ability masing-masing, seperti deploy shield atau menyerang dengan funnels. Selain ability, setiap tipe juga punya signature move yang mengonsumsi energy saat digunakan. Kami belum sempat mencoba dua tipe Gundam lainnya dalam sesi demo ini, tetapi keberadaan tiga tipe dengan gaya bertarung berbeda sudah cukup meyakinkan kami. Setidaknya, ini menandakan bahwa Gundam Rogue Orbit tidak ingin membatasi pemain pada satu gaya bermain saja.

Gameplay-nya sendiri terbilang simpel dan ramah untuk pemula. Kamu hanya perlu mengalahkan musuh dengan kombinasi attack dan movement, dan musuh yang dihadapi di Gundam Rogue Orbit adalah alien monster.

Dungeon run… with mechs…

Berdasarkan apa yang kami lihat di demo, Gundam Rogue Orbit bukan game open-world. Formatnya justru lebih mirip dungeon run, mengingatkan kami pada Phantasy Star Online 2. Setidaknya itu yang kami lihat di versi demo-nya di TGS 2026.

Dungeon yang kami mainkan dalam demo berlatar di space colony, dengan struktur yang cukup straightforward. Di ujung dungeon, kami bertemu boss golem-type raksasa yang cukup challenging untuk dikalahkan. Pertarungan melawan boss inilah yang paling membekas bagi kami. Ukurannya yang besar memaksa kami memikirkan ulang posisi dan timing serangan, alih-alih hanya mengandalkan tombol attack berulang kali.

GUNDAM ROGUE ORBIT - TGS 2026 demo (Bandai Namco)
GUNDAM ROGUE ORBIT – TGS 2026 demo (Bandai Namco)

Selain combat, kamu juga perlu memperhatikan energy bar sepanjang permainan. Boosting membutuhkan energy, dan kamu akan berada dalam posisi sitting duck kalau energy-nya sampai habis. Energy tersebut memang akan recharge dengan sendirinya, tapi kamu harus menunggu dan tidak bisa boost sampai proses recharge selesai. Mekanik ini mengingatkan kami pada boost mechanic di Armored Core VI: Fires of Rubicon.

Hal baiknya, Gundam Rogue Orbit terasa cukup fun untuk dimainkan. Dengan gameplay mechanic yang cukup oke dan semua senjata signature seperti funnels, kami jadi ingin memainkan game ini bersama teman.D ari halaman Steam-nya, kami juga tahu bahwa game ini akan punya fitur online co-op. Fitur ini membuat kami makin yakin bahwa Gundam Rogue Orbit memang dirancang untuk dinikmati bersama-sama.

Dua kekhawatiran kami

Jujur saja, kami cukup terkejut Gundam Rogue Orbit bisa melampaui ekspektasi kami. Setelah banyak rilisan yang kurang memuaskan, kami rasa game baru ini bisa membawa angin segar untuk game Gundam. Meski begitu, kami masih punya dua kekhawatiran utama.

Kekhawatiran pertama soal customization. Game ini wajib punya fitur customization yang bagus, karena sebagai pilot Gundam, kami ingin Gundam kami terasa unik secara personal. Bukan hanya dari sisi visual saja, kami juga berharap ada customization mendalam, mulai dari memilih weapons hingga parts untuk Gundam. Sistem customization ini yang tidak kami temukan saat memainkan versi demo-nya.

Kekhawatiran kedua soal grinding mechanics. Dari pengalaman mencoba demo-nya, kami merasa game ini akan memaksa pemain grinding lewat dungeon yang repetitif demi mendapatkan resource untuk upgrade. Supaya grinding yang repetitif ini tidak terasa membosankan, game ini sebaiknya punya lebih banyak gimmick yang benar-benar berdampak pada combat mechanic.

Misalnya, menambah lebih banyak custom weapons atau abilities agar pemain bisa mengeksplorasi semua opsi yang ada. Bisa juga dengan menambahkan mekanik unik di setiap dungeon, sehingga pemain akan selalu menantikan apa yang ada di dungeon berikutnya.

GUNDAM ROGUE ORBIT - TGS 2026 demo (Bandai Namco)
GUNDAM ROGUE ORBIT – TGS 2026 demo (Bandai Namco)

Menanti Gundam Rogue Orbit

Sekali lagi, game ini sudah melampaui ekspektasi kami sejak sesi demo di Tokyo Game Show 2026. Kami berharap Gundam Rogue Orbit terus berkembang menjadi lebih baik hingga hari rilisnya nanti, terutama dari sisi customization dan variasi dungeon.

Jika kedua hal tersebut bisa digarap dengan baik, kami yakin Gundam Rogue Orbit punya peluang besar untuk menjadi game Gundam terbaik dalam satu dekade terakhir. Setidaknya, untuk pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama, kami benar-benar menantikan kelanjutan game Gundam.

Don't miss our exclusive report on TGS 2026

The TOKYO GAME SHOW is one of the world’s largest video game exhibitions, organized by the Computer Entertainment Suppliers Association (CESA) in collaboration with Nikkei Business Publications, Inc. and DENTSU INC. TGS has become the premier platform for video game industry professionals to showcase their latest innovations and technologies.

Asia’s largest gaming festival is about to celebrate its 30th anniversary and promises an exhibition on a scale unlike any in previous years. With the theme “The Longest Five Days of Nonstop Play,” this year’s event will make history. For the first time, the exhibition will run for a full five days.

The offline exhibition will be held at Makuhari Messe, Chiba, from September 17 to September 21, 2026. The format of the event remains a hybrid system, combining on-site exhibitions with online initiatives to reach a global audience.

Stay tuned for the latest and exclusive coverage of TGS 2026, only at PlayEatSleep.Fun.

Tokyo Game Show 2026

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here